Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Meksiko Kritik Dakwaan Trump sebagai 'Kampanye Kotor'

📅 Kamis, 06 Apr 2023, 11:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Meksiko Kritik Dakwaan Trump sebagai 'Kampanye Kotor' Doc: AP/Evan Vucci
Ket. Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador dengan Donald Trump di Gedung Putih pada Juli 2020.

MEXICO CITY - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pada Rabu (5/4) mengkritik tuduhan kriminal terhadap Donald Trump. Ia menunjukkan bahwa mereka bermotivasi politik untuk merusak pencalonannya pada pilpres 2024.

"Seharusnya masalah hukum tidak boleh digunakan untuk tujuan politik elektoral," kata Lopez Obrador kepada wartawan sehari setelah mantan presiden AS itu mengaku tidak bersalah atas 34 tuduhan kejahatan terkait dugaan suap kepada seorang bintang film dewasa.

"Itulah mengapa saya tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan terhadap mantan presiden Trump," kata Lopez Obrador dalam jumpa pers, di mana dia sering berpendapat tentang topik yang luas.

Lopez Obrador menggambarkan dakwaan terhadap Trump sebagai "kampanye kotor".

Ini kedua kalinya dalam beberapa minggu terakhir Lopez Obrador (69) membela Trump.

Pada 21 Maret, dia menyarankan jika Trump didakwa, itu akan menghentikan pencalonannya sebagai presiden tahun depan.

Lopez Obrador, seorang populis sayap kiri, memiliki hubungan baik dengan Trump meskipun retorikanya berapi-api, seperti selama kampanye pemilu 2016 ketika Trump member stempal imigran Meksiko sebagai "pemerkosa" dan pengedar narkoba.

Selain AS, presiden Meksiko juga terjun ke politik negara lain, terutama Peru, yang presidennya dicopot dari jabatannya akhir tahun lalu.

Lopez Obrador berulang kali menggambarkan penggulingan Pedro Castillo, yang berusaha membubarkan Kongres dan memerintah dengan keputusan, sebagai "ilegal".

Pernyataan itu memicu konflik diplomatik antara kedua negara. Peru mengusir duta besar Meksiko pada akhir Februari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.