Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS Sebut Lonjakan Tarif Pesawat dan Harga BBM Pacu Inflasi Maret

📅 Senin, 03 Apr 2023, 16:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPS Sebut Lonjakan Tarif Pesawat dan Harga BBM Pacu Inflasi Maret Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi- Angkutan udara.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin merupakan penyumbang terbesar inflasi Maret 2023 yang mencapai 0,18 persen dibanding bulan sebelumnya atu month-to-month (mtm).

"Tarif angkutan udara dan bensin memiliki andil masing-masing sebesar 0,03 persen terhadap inflasi Maret," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2023, di Jakarta, Senin (3/4).

Dia menuturkan pada awal bulan lalu, memang terdapat penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), yakni terdapat kenaikan harga BBM jenis pertamax Rp500 per liter serta pertamax turbo sebesar Rp250 per liter.

Sementara itu, terdapat penurunan harga pertamina dex sebesar Rp1.000 per liter sampai Rp1.100 per liter, dan dexlite sebesar Rp1.200 per liter sampai Rp1.300 per liter.

Selain tarif angkutan udara dan bensin, komoditas penyumbang inflasi terbesar lainnya secara bulanan pada Maret, di antaranya beras, cabai rawit, dan rokok kretek filter dengan andil masing-masing 0,02 persen.

Dengan demikian, Pudji mengungkapkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar bulan lalu, yakni masing-masing dengan andil 0,18 persen dan 0,07 persen.

Meski begitu, masih terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada bulan lalu, antara lain tarif air minum perusahaan air minum (PAM), sehingga menyebabkan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menyumbang deflasi 0,05 persen.

Jika dilihat dari wilayah, inflasi bulanan tertinggi pada Maret terjadi di Kota Kupang, yaitu sebesar 1,3 persen (mtm), dengan komoditas penyumbang inflasi di antaranya tarif angkutan udara, kontrak rumah, beras, daging babi, kangkung, dan cabai merah.

Sedangkan, deflasi terdalam terjadi di Kota Bandung yaitu sebesar 1,5 persen (mtm), dengan komoditas penyumbang andil deflasi terbesar adalah tarif air minum PAM.

"Secara total dari 90 kota IHK, sebanyak 65 kota mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi pada Maret 2023," katanya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.