Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Dorong Penciptaan Ekosistem Terintegrasi

📅 Rabu, 29 Mar 2023, 08:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Dorong Penciptaan Ekosistem Terintegrasi Doc: Istimewa
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

DENPASAR - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan ada tiga cara inovatif untuk mendongkrak inklusi keuangan di Tanah Air yang pada 2022 sudah mencapai 85 persen. Pada saat bersamaan, literasi atau pemahaman keuangan masih perlu terus ditingkatkan.

"Mengembangkan ekosistem terintegrasi, akselerasi digitalisasi dan meningkatkan literasi keuangan serta perlindungan konsumen," kata Perry Warjiyo di sela pertemuan Menteri Keuangan ASEAN dan Gubernur Bank Sentral di Nusa Dua, Bali, Selasa (28/3).

Menurut dia, cara pertama adalah dengan mengembangkan ekosistem terintegrasi untuk mendukung pelaku usaha kecil melalui pengembangan klaster Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Cara itu sudah diterapkan oleh Bank Indonesia yang memiliki sekitar 3.000 UMKM binaan melalui 46 kantor perwakilan untuk meningkatkan skala pelaku usaha.

Ada pun pembinaan klaster yang dilakukan dengan memberikan pendampingan teknis, kewirausahaan, peningkatan produk dan mendekatkan pelaku usaha kepada ekosistem yang lebih besar. Dari sisi permodalan, lanjut dia, selaku bank sentral membuat kebijakan di antaranya berupa insentif fiskal sehingga pelaku usaha dapat diberikan subsidi bunga dalam Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Cara kedua, lanjut dia, akselerasi digitalisasi salah satunya melalui pemanfaatan sistem pembayaran cepat, QRIS sejak 2019. Bos bank sentral Indonesia itu menyebutkan pada 2022 sebanyak 30 juta pengguna QRIS, sebanyak 80 persen di antaranya adalah pelaku UMKM.

Tahun ini, pihaknya menargetkan sebanyak 45 juta pengguna QRIS, yang diproyeksi masih didominasi pelaku UMKM. Meski begitu, lanjut dia, pemanfaatan QRIS masih terus didorong karena ada sekitar 65 juta pelaku usaha mikro dan kecil di Tanah Air.

Di sisi lain, kinerja transaksi digital juga dapat menjadi salah satu cara inovatif dalam penilaian kredit kepada calon debitur untuk mendapatkan akses keuangan dalam mengembangkan usaha. Selanjutnya, cara terakhir yakni literasi keuangan dan perlindungan konsumen.

Perry menjelaskan masih banyak pelaku UMKM di Indonesia yang membutuhkan pemahaman produk dan layanan keuangan. Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi digitalisasi juga berkaitan dengan keamanan siber khususnya menghindari penyalahgunaan data pribadi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tingkat literasi keuangan di Indonesia pada 2022 mencapai 85 persen atau naik dibandingkan 2019 mencapai 76 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.