Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Paul Rusesabagina, 'Pahlawan Hotel Rwanda' Dibebaskan dari Penjara

📅 Sabtu, 25 Mar 2023, 09:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Paul Rusesabagina, 'Pahlawan Hotel Rwanda' Dibebaskan dari Penjara Doc: CNA/Reuters
Ket. Paul Rusesabaginadikawal dengan borgol ke ruang sidang, di Kigali, Rwanda, 20 Oktober 2020.

WASHINGTON - Paul Rusesabagina yang digambarkan sebagai pahlawan dalam film Hotel Rwanda, dibebaskan dari penjara Rwanda pada Jumat (24/3).

Rusesabagina, seorang penduduk tetap AS, didampingi seorang pejabat kedutaan AS ketika dipindahkan dari penjara ke kediaman duta besar Qatar di Kigali pada Jumat malam, menurut dua pejabat senior pemerintahan Biden di Washington.

Rusesabagina dijatuhi hukuman penjara 25 tahun pada September 2021 karena hubungannya dengan kelompok penentang Presiden Rwanda Paul Kagame.

Pemerintah Rwanda sebelumnya mengumumkan akan meringankan hukuman Rusesabagina.

Rusesabagina akan tetap berada di Rwanda selama beberapa hari sebelum terbang ke Doha dan kemudian ke Amerika Serikat, kata pejabat tersebut.

"Tidak ada konsesi khusus yang dibuat oleh kami sebagai pemerintah di sini," kata salah satu pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama.

"Saya menganggap yang satu ini lebih sebagai urutan langkah-langkah yang dikerjakan yang melibatkan pemerintah Rwanda, pemerintah AS, dan tentu saja Paul sendiri."

Hubungan Washington dengan Rwanda membeku karena kasus tersebut dan tuduhan AS bahwa Rwanda telah mengirim pasukan ke negara tetangga Republik Demokratik Kongo dan mendukung pemberontak di sana. Tuduhan yang dibantah Kigali.

Stephanie Nyombayire, juru bicara Presiden Rwanda Paul Kagame, mencuit, pembebasan itu adalah "hasil dari keinginan bersama untuk mengatur ulang hubungan AS-Rwanda".

Rusesabagina (68) dijatuhi hukuman pada September 2021. Dia membantah dakwaan tersebut dan memboikot persidangan yang dia dan pendukungnya sebut sebagai penipuan politik.

Dia mengaku telah diculik dari Dubai pada 2019 dan dikembalikan ke Rwanda secara paksa.Kagame membantah adanya penculikan dan menyatakan Rusesabagina telah ditipu di Dubai untuk naik pesawat ke Rwanda.

Washington menunjuknya sebagai "salah tahan", sebagian karena apa yang disebutnya kurangnya jaminan akan pengadilan yang adil.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu Kagame selama kunjungan ke Kigali pada bulan Agustus dan "berbicara banyak tentang peta jalan menuju pembebasan Paul", kata seorang pejabat AS yang mengetahui masalah tersebut. Intervensi itu membantu pembebasan Paul.

Seorang pembantu kongres AS yang mengetahui negosiasi tersebut, yang menolak disebutkan namanya, mencatat bahwa kasus tersebut memiliki resonansi jauh di luar Afrika. "Saya pikir menjadi jelas bagi orang Rwanda bahwa gangguan ini tidak akan hilang."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.