3,6 Miliar Orang di Dunia Tidak Memiliki Akses ke Sanitasi yang Aman

Sabtu, 25 Mar 2023, 00:02 WIB

NEW YORK CITY - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization/UNESCO), Kamis (23/3), melaporkan lebih dari seperempat populasi dunia bergantung pada air minum yang tidak aman.

Fakta itu disampaikan saat para pemimpin dunia berkumpul untuk membahas sumber daya air vital yang menghadapi krisis global.

Ket. Foto: Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres — Sumber: KENZO TRIBOUILLARD/AFP

Menurut badan itu, secara global, dua miliar orang tidak mendapat air minum yang aman, dan 3,6 miliar orang tidak memiliki akses ke sanitasi yang dikelola dengan aman. "Sekitar 80 persen orang yang hidup di bawah tekanan air tinggal di Asia, khususnya Tiongkok timur laut, India, dan Pakistan," kata laporan itu dikutip dari Radio Free Asia (RFA).

"Antara dua hingga tiga miliar orang mengalami kekurangan air setidaknya selama satu bulan per tahun, sehingga menimbulkan risiko parah bagi mata pencaharian, terutama melalui ketahanan pangan dan akses listrik," ungkapnya.

Menurut para peneliti, sekitar 10 persen dari populasi global tinggal di negara-negara dengan tekanan air yang tinggi atau kritis. Laporan UNESCO memproyeksikan populasi perkotaan global yang menghadapi kelangkaan air menjadi dua kali lipat dari 930 juta pada tahun 2016 menjadi antara 1,7 miliar dan 2,4 miliar pada tahun 2050, dengan India menjadi yang paling parah terkena dampaknya.

Mengatasi Krisis Air

Laporan UNESCO datang saat Konferensi Air PBB 2023 dimulai pada Rabu (22/3), yang juga merupakan Hari Air Sedunia. Acara tiga hari, yang pertama tentang keamanan air dalam hampir setengah abad, diselenggarakan bersama oleh Belanda dan Tajikistan di New York.

"Kita menguras darah kehidupan manusia seperti konsumsi vampir yang berlebihan dan penggunaan yang tidak berkelanjutan serta menguapkannya melalui pemanasan global," kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, di awal acara. "Kita telah memutus siklus air, merusak ekosistem, dan mencemari air tanah," ujarnya

Guterres menyerukan lebih banyak investasi dalam air dan sanitasi serta meningkatkan upaya untuk mengatasi perubahan iklim, dengan mengatakan bahwa "aksi iklim dan masa depan air yang berkelanjutan adalah dua sisi dari mata uang yang sama".

Koordinator Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air (KRuHA), Muhammad Reza Sahib, mengatakan apa yang dilaporkan UNESCO membutuhkan langkah segera dari negara untuk mempriotitaskan pengelolaan air bersih untuk semua. Dan yang pertama harus dilakukan adalah pernyataan negara, sebuah pengakuan bahwa krisis air yang terjadi disebabkan oleh manusia.

"Krisis air yang semakin parah saat ini perlu ditegaskan oleh negara bahwa penyebabnya sama sekali bukan sebab-sebab alamiah, melainkan pengelolaan yang buruk oleh manusia. Dengan fundamental sikap tersebut maka seluruh turunan penanganannya akan menjadi jelas," kata Reza.

Redaktur: Redaktur Pelaksana

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.