Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lelang Sukuk Negara, Pemerintah Raup Dana Rp11 Triliun

📅 Jumat, 24 Mar 2023, 13:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lelang Sukuk Negara, Pemerintah Raup Dana Rp11 Triliun Doc: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym/aa.
Ket. Ilustrasi - Warga melakukan transaksi investasi menggunakan aplikasi mobile banking di Tangerang Selatan, Banten.

JAKARTA - Pemerintah menyerap dana Rp11 triliun dari lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara pada 21 Maret 2023 yang mendapatkan penawaran masuk Rp23,51 triliun, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2023.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (24/3), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan mencatat terdapat enam seri SBSN yang dilelang melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Keenam seri dimaksud yakni SPNS05092023 (reopening), PBS036 (reopening), PBS003 (reopening), PBSG001 (reopening), PBS037 (reopening), dan PBS033 (reopening).

Penyerapan dengan nominal tertinggi berasal dari lelang PBS036, yakni sebesar Rp6,25 triliun, yang juga mendapatkan penawaran masuk terbesar yaitu Rp13,11 triliun. Dari lelang tersebut, imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan tercatat sebesar 6,40958 persen.

Selanjutnya, penyerapan dana tertinggi berasal dari lelang sukuk negara seri PBS033 sebanyak Rp1,4 triliun dari penawaran masuk senilai Rp1,84 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,23983 persen.

Sebaiknya Anda baca juga:

Dari lelang seri PBS003, diraup dana tertinggi lainnya yakni senilai Rp1,2 triliun yang berasal dari penawaran masuk Rp2,06 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan dari seri ini sebesar 6,47889 persen.

Kemudian, pemerintah meraup dana dari lelang SBSN seri PBS037 sebesar Rp1,05 triliun yang mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp1,81 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebanyak 7,13922 persen.

Lelang seri SPNS05092023 berhasil memenangkan penawaran senilai Rp600 miliar dari Rp3,35 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,86583 persen.

Terakhir, penyerapan dana paling sedikit diraup dari lelang seri PBSG001 yaitu sebesar Rp500 miliar, meski terdapat penawaran masuk Rp1,33 triliun. Dari lelang tersebut, ditetapkan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,60853 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...

Koalisi Pimpinan AS Akhiri Misi di Irak

45 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Koalisi Pimpinan AS Akhiri ...
Luar Negeri
Rebeca Grynspan Unggul Dala...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.