Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Merapi Kini Punya Dua Kubah Lava, Ini Penjelasan BPPTKG

📅 Jumat, 24 Mar 2023, 13:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Merapi Kini Punya Dua Kubah Lava, Ini Penjelasan BPPTKG Doc: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Ket. Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (13/3/2023).

JAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkap Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kini memiliki dua kubah lava aktif dalam satu periode erupsi.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan dua kubah lava aktif itu pertama kalinya dalam sejarah yang terbentuk akibat erupsi sejak 4 Januari 2021 lalu.

"Kami menduga waktu itu akan terjadi erupsi eksplosif atau efusif dengan laju ekstrusi yang tinggi, tetapi kemudian ternyata tidak terjadi yang kami khawatirkan. Fenomena yang terjadi justru munculnya dua kubah lava," kata Agus saat dihubungi melalui sambungan telepon di Jakarta, Jumat (24/3).

Kedua kubah lava aktif tersebut adalah kubah lava barat daya dan kubah lava tengah kawah.

Agus menjelaskan bahwa Gunung Merapi awalnya hanya memiliki satu kubah lava, yaitu kubah lava tengah kawah yang muncul pascaerupsi pada tahun 2018. Kemudian, erupsi yang terjadi pada 4 Januari 2021, telah membentuk kubah lava barat daya.

Sebanyak dua kejadian erupsi itulah yang membentuk dua kubah lava di Gunung Merapi.

Berdasarkan pemantauan menggunakan drone yang dilakukan pada 18 Maret 2023, pascakejadian erupsi 11 Maret 2023, kondisi kubah lava barat daya masih terlihat aktif yang ditunjukkan dengan suhu mencapai 230 derajat Celcius.

Hasil foto udara itu menunjukkan batas material guguran secara lebih jelas. Sebanyak dua area panas terlihat pada bagian tengah dan bawah kubah yang diduga sebagai lokasi sumber guguran dan awan panas guguran di sisi barat daya.

Bagian selatan kubah barat daya yang mengarah ke Sungai Boyong juga masih tampak aktif.

Kubah lava tengah juga terpantau memiliki titik panas di tepi timur kubah tengah dengan suhu mencapai 114 derajat Celcius.

Agus menuturkan suplai magma dari dalam maupun dangkal masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di daerah potensi bahaya.

Menurutnya, keberadaan dua kubah lava aktif itu membuat daerah potensi bahaya erupsi menjadi semakin luas yang tadinya hanya sisi tenggara saja, namun kini juga berpotensi mengarah ke barat daya.

"Masyarakat perlu melatih diri mereka untuk melakukan evakuasi secara cepat dan efektif. Ketika ada gejala apapun entah peringatan dini atau kejadian darurat itu masyarakat bisa merespon dengan baik dan cepat," pungkas Agus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.