Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Stabilitas Kawasan, Jika Terus Provokasi Tibet Maka Beijing Yakin AS Ulangi Kegagalan 1960-an

📅 Rabu, 22 Mar 2023, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jaga Stabilitas Kawasan, Jika Terus Provokasi Tibet Maka Beijing Yakin AS Ulangi Kegagalan 1960-an Doc: Antara/Xinhua
Ket. Daerah Otonom Tibet di China barat daya akan berupaya membangun tiga kota, termasuk Lhasa yang merupakan ibu kota regional daerah otonom tersebut, untuk menjadi kota-kota bebas sampah pada 2025.

Beijing - Jaga stabilitas kawasan. Otoritas China mendesak Amerika Serikat tidak lagi menggunakan isu terkait Tibet untuk mengintervensi urusan dalam negeri China dan mengganggu kepentingan nasionalnya serta menghentikan dukungan terhadap aktivitas kemerdekaan Tibet.

"Jika AS terus melakukan provokasi melalui isu-isu terkait Tibet, maka mereka bakal mengalami kegagalan lebih besar lagi daripada 60 tahun yang lalu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Wang Wenbin di Beijing, Rabu.

Menurut dia, isu-isu Tibet tidak berkaitan dengan masalah etnisitas, agama, atau hak asasi manusia.

"Isu tentang Tibet menitikberatkan pada masalah kedaulatan dan integritas teritorial China," ujarnya menanggapi pernyataan tentang laporan intelijen terbaru yang dirilis Kementerian Luar Negeri AS terkait bantuan terhadap pelarian Tibet.

Wang menuduh AS melakukan manipulasi politik dengan menggunakan isu AS atas dalih hak asasi manusia.

"Mereka telah membentuk apa yang disebut dengan Koordinator Khusus untuk Masalah Tibet untuk menyebarkan informasi palsu, bertindak negatif terkait Tibet, memberikan bantuan dana dalam jumlah besar kepada kelompok Dalai Lama, dan memberikan ruang untuk aktivitas 'kemerdekaan Tibet'," ungkapnya dalam pengarahan pers rutin.

Hal itu, lanjut dia, menunjukkan bahwa AS tidak pernah menyerah menggunakan isu-isu terkait Tibet untuk mencampuri urusan dalam negeri China.

Hampir sepanjang tahun 1960-an, CIA memberikan bantuan dana senilai 1,7 juta dolar AS per tahun untuk gerakan pengasingan Tibet, termasuk subsidi tahunan sebesar 180 ribu dolar AS kepada Dalai Lama, demikian dokumen intelijen AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.