Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Danau Montbel Alami Kekeringan, Pertanian dan Pariwisata Terancam

📅 Sabtu, 18 Mar 2023, 10:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Danau Montbel Alami Kekeringan, Pertanian dan Pariwisata Terancam Doc: China Daily/VCG
Ket. Tanah retak di dasar Danau Montbel yang terbuka di Leran, Prancis, pada 1 Maret 2023.

PARIS - Terletak di kaki pegunungan Pyrenees dan berada di barat daya Prancis, Danau Montbel terkenal karena airnya yang biru kehijauan, sangat luas, dan dan kehidupan terkait airnya yang menggairahkan.

Namun begitu musim semi semakin dekat, lanskap daerah ini sebagian besar telah berubah menjadi gurun berlumpur sampai perahu-perahu pun terdampar di tepiannya, gara-gara musim dingin paling kering di Prancis dalam 64 tahun terakhir membuat danau ini mengering.

Seperti di sebagian besar Eropa, Prancis pun berada dalam cengkeraman musim dingin nan kering yang menciptakan masalah keamanan air di seluruh benua ini.

Selama Februari, wilayah Ariegedi mana Danau Montbelberada, kekurangan air hujan sampai sebanyak 80 persen.

"Kami saat ini berada pada sekitar 25 persen tingkat maksimum volume danau. Biasanya pada saat ini tingkat isi air di danau ini mendekati 60 persen," kata Xavier Roujayang mengelola bendungan di danau ini.

Danau Montbel adalah danau buatan dengan luas 570 hektar dan dibuat pada 1985 untuk mengairi wilayah yang dulunya hutan.

Danau yang terletak di antara Toulouse dan Perpignanitu awalnya dibuat untuk mengairi tanaman di wilayah itu, namun seiring waktu, tempat berkemah dan jalur mendaki tumbuh di sekitar tepiannya sehingga menarik ribuan wisatawan setiap tahun.

Saat Rouja berjalan di tepian danau yang mengering ini, seorang instruktur pelayaran bernamaClaude Carriere memeriksa perahu layar yang terdampar beberapa meter dari air.

Klubnya sampai membatalkan sejumlah perlombaan sejak Januari karena permukaan danau yang terus menyurut tidak lagi layak untuk dilayari.

"Kami memiliki perairan yang luar biasa indah saat danau penuh, sungguh surga kedamaian, tempat rekreasi dan relaksasi," kata Carriere kepada Reuters.

Dia sedih melihat keadaan danau saat ini karena sudah menyerupai gurunlumpur.

Harus Beradaptasi

Sementara itu di hilir, para petani khawatir menghadapi musim semi dan panas.

"Danau Montbelsebenarnya yang menjamin pemasukan, jika besok kami harus hidup tanpa air, banyak sekali pertanian kami yang bisa hancur dan hilang," kataChristophe Mascarenc, kepala asosiasi irigasi petani lokal.

Mascarenc menggunakan air dari sungai Ariege dan bukan dari Danau Montbel. Namun, dia berencana memangkas produksi jagung sekitar 50-60 persen tahun ini demi menghemat air.

Petani-petani lainnya di wilayah itu beralih ke tanaman-tanaman yang tak terlalu harus diairi, seperti sorgum, bunga matahari dan bahkan buah mandarin.

Pemerintah juga berencana mengalihkan sungai Touyre untuk memenuhi danau, meskipun proyek tersebut ditentang para pecinta lingkungan.

Ketika dampak pemanasan global diperkirakan meningkat dalam puluhan tahun ke depan, musim yang lebih hangat dan kering akan lebih sering terjadi, kata kepala Delegasi Antar Departemen Hulu Sungai Garonne, Franck Solacroup.

"Bendungan Montbel adalah contoh dari situasi kekurangan (air) dan debit air yang jauh dari optimal untuk mengawali musim," kata dia.

Solacroup menambahkan bahwa kondisi pada 2022 akan menjadi hal yang biasa pada 2050 akibat perubahan iklim. "Inilah hal yang harus kita biasakan dan untuk itu harus diadaptasi."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.