Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengungsi Longsor di Natuna Mencapai 2.240 Orang

📅 Selasa, 14 Mar 2023, 10:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengungsi Longsor di Natuna Mencapai 2.240 Orang Doc: antara
Ket. Kondisi pengungsi di SMA Negeri 1 Serasan di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Natuna, Kepri, Selasa (7/3/2023).

MEDAN - Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin menyebut jumlah pengungsi korban bencana tanah longsor mencapai 2.240 orang di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

"Jumlah pengungsi di Serasan terus bertambah dari pekan lalu 1.863 orang, awal pekan ini jadi 2.240 orang," terang Achmad melalui telepon seluler di Medan, Sumut, Senin (13/3).

Pangdam I/BB melanjutkan bahwa ke-2.240 orang pengungsi tersebut tersebar di enam titik penampungan di dua kecamatan, yakni Serasan dan Serasan Timur.

Meliputi tempat penampungan di pos lintas batas negara berkurang menjadi 436 orang, Pelimpak berkurang menjadi 432 orang, dan SMA 1 Serasan tetap 238 orang yang semuanya di Serasan.

Kemudian penampungan Desa Batu Berian di Serasan bertambah menjadi 136 orang, Payak meningkat menjadi 605 orang dan Air Nusa bertambah menjadi 393 orang yang kedua desa itu di Serasan Timur.

"Kalau pemukiman penduduk yang rusak sekitar 100 unit rumah, 30 rumah di antaranya rusak berat dan sedang proses evakuasi. Ada satu musholla yang rusak berat," jelas Achmad.

Danrem 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Yudi Yulistianto mengaku meningkatnya jumlah pengungsian tersebut akibat wilayah rentan longsor kian bertambah di Pulau Serasan.

Kondisi ini terjadi karena cuaca ekstrem yang melanda kawasan hutan yang terbuka di belahan timur salah satu pulau terluar di Indonesia.

"Di seluruh kawasan pulau ada tujuh wilayah bukaan baru akibat tanah longsor, selain tiga wilayah bukaan besar yang merupakan kawasan hutan," terang Yudi.

Peristiwa tanah longsor Pulau Serasan ini akibat cuaca ekstrem, sehingga lereng perbukitan longsor di Desa Pangkalan, Serasan, Natuna, Senin (6/3).

Tim SAR gabungan di Natuna, Kepulauan Riau, Senin (13/3) pukul 06.00 WIB mencatat telah menemukan 46 jenazah, sedangkan delapan orang masih dinyatakan hilang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.