Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korban Tewas Akibat Longsor di Natuna Capai 21 Orang

📅 Kamis, 09 Mar 2023, 15:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korban Tewas Akibat Longsor di Natuna Capai 21 Orang Doc: CNA/AP/BNPB
Ket. Foto udara yang dirilis BNPB pada 8 Maret 2023 menunjukkan sebuah kampung yang terdampak tanah longsor di pulau Serasan, Natuna.

JAKARTA - Tim SAR menemukan lebih banyak jasad yang terkubur tanah longsor di sebuah desa berbukit di pulau Serasan, Natuna. Tim Satgas Tanggap Bencana Longsor Serasan pada Rabu (8/3) malam mengumumkan, jumlah korban tewas menjadi 21 orang.

Longsor akibat hujan deras, jatuh ke bukit-bukit di sekitarnya pada Senin (6/3), mengubur 30 rumah di desa Genting di sebuah pulau kecil terpencil di kepulauan Natuna, kata BNPB dalam sebuah pernyataan.

Pihak berwenang telah mengerahkan lebih dari 200 penyelamat dari tim SAR, polisi, dan TNI untuk mencari 33 orang yang masih hilangyang terjebak di rumah-rumah yang terkubur di bawah tanah longsor sedalam 4 meter, katanya.

Delapan korban selamat ditarik keluar dari lokasi, tiga di antaranya dalam kondisi kritis, kata Kepala BNPB Suharyanto, Kamis (9/3).Mereka dilarikan pada Senin malam ke rumah sakit di kota Pontianak Kalimantan Barat, sekitar 300 km dari Genting, tetapi satu orang meninggal di laut dalam perjalanan.

Operasi pencarian dan penyelamatan terhambat oleh hujan lebat di sekitar lokasi bencana.Pencarian terpaksa dihentikan beberapa kali. Jalur komunikasi putus dan listrik padam sehingga menghambat operasi, kata Suharyanto.

"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban yang hilang," kata Suharyanto. Anjing pelacak juga dikerahkan dalam upaya pencarian.

Dua helikopter dan beberapa kapal yang membawa tim penyelamat, tim medis, dan bantuan, termasuk tenda, selimut, dan makanan, tiba di pulau itu dari Jakarta dan pulau-pulau terdekat pada Rabu (8/3).

Sementara Tim Satgas Tanggap Bencana Longsor Serasan pada Rabu (8/3) malam mengumumkan jumlah pengungsi akibat longsor sebanyak 1.216 orang. Mereka tersebar di empat lokasi pengungsian, yakni PLBN Serasan, puskesmas, Pelimpak dan Masjid Alfurqon, juga gedung SMAN 1 Serasan.

Hujan musiman dan air pasang dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan tanah longsor dan banjir yang meluas di sebagian besar wilayah Indonesia.

Pada November 2022, tanah longsor yang dipicu gempa bermagnitudo 5,6 menewaskan sedikitnya 335 orang di kota Cianjur, Jawa Barat, sekitar sepertiga dari mereka adalah anak-anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.