Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iran Tangkap Sejumlah Orang terkait Keracunan Siswi Sekolah

📅 Kamis, 09 Mar 2023, 08:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Iran Tangkap Sejumlah Orang terkait Keracunan Siswi Sekolah Doc: AFP
Ket. Iran diguncang kasus keracunan massal siswi sekolah.

TEHERAN - Otoritas Iran pada Selasa (7/3) mengumumkan tentang penangkapan pertama terkait serangkaian kasus keracunan pada siswi sekolah yang mengguncangkan negara itu selama beberapa bulan terakhir.

Wakil Menteri Dalam Negeri Majid Mirahmadi mengatakan kepada TV nasional bahwa beberapa orang telah ditangkap di lima provinsi.

"Berdasarkan langkah intelijen dan penelitian badan intelijen beberapa orang telah ditangkap di lima provinsi dan lembaga terkait sedang melakukan penyelidikan mendalam," kata Mirahmadi.

Mirahmadi tidak merinci jumlah orang yang ditangkap ataupun identitas mereka, seraya menambahkan bahwa hasil akhir akan diumumkan setelah penyelidikan selesai.

Dia juga menekankan pentingnya mengetahui rencana musuh, yang dia sebut berupaya memicu ketakutan, kekhawatiran dan gangguan pada sistem pendidikan di negara itu.

Lebih dari 1.200 siswi sekolah dari seluruh negeri dirawat di rumah sakit dalam beberapa bulan belakangan dengan gejala keracunan, menurut media negara. Namun, media reformis menyebutkan angka yang lebih tinggi.

Kasus pertama keracunan dilaporkan pada November di kota Iran tengah Qom, saat 18 siswi dimasukkan ke rumah sakit setelah mengeluhkan gejala seperti mual, sakit kepala dan sulit bernapas, batuk dan nyeri tubuh.

Dalam beberapa pekan selanjutnya, insiden itu meluas ke kota lain, termasuk Teheran, Ardabil, Isfahan, Kermanshah, Azerbaijan, Bandar Abbas, Urmia, Zanjan dan Mashhad.

Pekan lalu, Presiden Ebrahim Raisi memerintahkan penyelidikan atas penyakit misterius tersebut, serta menginstruksikan Menteri Dalam Negeri Ahmad Vahidi mencari akar masalah dari kasus yang menyebabkan aksi protes di sejumlah kota.

Pada laporan pendahuluan yang diberikan Senin (6/3) malam, Vahidi mengatakan tidak ditemukannya substansi racun pada sampel yang diambil dari siswi terdampak, serta menambahkan bahwa penyebar isu telah diadili.

Laporan tersebut menyatakan zat iritasi yang menyebabkan gejala keracunan, ditemukan pada kurang dari lima persen siswi, serta menambahkan bahwa hal tersebut merupakan aksi kejahatan yangdisengaja.

Wakil Menteri Kesehatan Saeed Karimi mengatakan bahwa komite ilmiah yang menyelidiki kasus tersebut telah mengunjungi banyak provinsi dan menemukan bahwa zat penyebab peristiwa keracunan itu bukanlah jenis berbahaya.

Karimi mengatakan bahwa zat iritasi yang digunakan pada kasus keracunan hanya mempengaruhi 10 persen siswi dengan cara dihirup sehingga menyebabkan beragam gejala keracunan.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Senin menyebut rangkaian keracunan sebagai dosa besar dan tak termaafkan, serta menginstruksikan otoritas untuk menyelidiki masalah ini dengan serius.

"Jika terbukti para siswi diracun, pelaku kejahatan ini harus dihukum berat. Tidak akan ada pengampunan bagi mereka," ujar Khamenei dalam video yang dirilis kantornya.

Kepala pengadilan Mohseni Ejei juga menyebut peristiwa keracunan itu sebagai contoh penyelewengan di muka bumi serta memperingatkan akan menjatuhkan hukuman berefek jera bagi mereka yang terlibat baik langsung maupun tak langsung.

Pejabat tinggi Iran mengaitkan kegaduhan yang berhubungan dengan penyakit misterius itu sebagai musuh, menyiratkan negara-negara Barat.

Pada pertemuan umum di kota selatan Bushehr Jumat (3/3) lalu, PresidenRaisi mengatakan keracunan pada siswi sekolah merupakan bagian dari perang hibrida melawan Iran guna menimbulkan keresahan.

Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian melalui Twitter juga mengkritisi negara Barat atas reaksi turut campur mereka atas masalah tersebut, setelah Amerika Serikat dan Jerman menyerukan penyelidikan mengenai itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.