Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Kejahatan Dunia Maya, Ketua MPR Dukung Penguatan Keamanan Siber melalui Kerja Sama Asean

📅 Rabu, 08 Mar 2023, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Kejahatan Dunia Maya, Ketua MPR Dukung Penguatan Keamanan Siber melalui Kerja Sama Asean Doc: ANTARA/Melalusa Susthira K
Ket. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Jakarta - Antisipasi kejahatan dunia maya. Ketua MPR Bambang Soesatyo mendukung penguatan keamanan siber nasional melalui kerja sama regional Asean, terlebih Indonesia memegang tampuk Keketuaan Asean 2023.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pidato kunci secara virtual pada acara Web Summit Data Secure AI 2023 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Big Data dan Artificial Intelligence (ABDI), di Jakarta, Selasa.

"Urgensi membangun kerja sama di sektor keamanan siber inilah yang melatarbelakangi lahirnya Asean cybersecuritycooperationstrategy," kata Bamsoet sapaan karibnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Ia menyebut Asean cybersecuritycooperationstrategymemberikan peta jalan kerjasama regional untuk mencapai tujuan ruang siber yang aman dan terpercaya pada pelayanan publik dan kegiatanonlinemasyarakat di kawasan Asean.

Menurut dia, kolaborasi dan kerjasama Asean menjadi isu yang strategis dan krusial karena para peretas dan pelaku kejahatan siber juga berkolaborasi dengan memanfaatkan berbagai ruang digital.

Mulai dari,cyberspace, darkweb, hinggametaversedengan berbagai teknologi terkini sepertibigdata analytics, datascience, AI,blockchainNFT.

Ia menilai perlindungan data menjadi isu penting di tengah lompatan kemajuan teknologi informasi.

Apalagi, lanjut dia, Pandemi COVID-19 telah mendorong percepatan digitalisasi, migrasi sektor bisnis, dan aktivitas sosial masyarakat menuju eracyberspace(dunia maya) dan selanjutnyametaverse(realitas virtual).

Untuk itu, ujarnya lagi, meski teknologi membawa manfaat dalam konteks percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia maupun Asean, namun sisi gelap teknologi juga patut diantisipasi oleh negara-negara Asean.

"Seperti munculnya para pembobolan data. Kasus Bjorka adalah contoh nyata adanya risiko ancaman eksploitasi terhadap kerentanan perlindungan data," jelasnya.

Bamsoet menambahkan bahwa patut disyukuri pula Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) telah lahir untuk menjamin perlindungan data pribadi.

Di mana, UU PDP tidak hanya melindungi kedaulatan data pribadi masyarakat dan konsumen, namun juga melindungi dari pencurian data pribadi oleh peretas.

"Di samping itu, untuk melindungi masyarakat dalam bertransaksi elektronik dan mendapatkan informasi, juga telah diatur dalam Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," katanya.

Sebagai pemegang Keketuaan Asean 2023, Bamsoet berharap Indonesia berpeluang menjadikan Asean sebagai lokomotif dalam mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang damai dan stabil, sekaligus menjadikan Asean sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

"Karena itu, tema yang diangkat Web Summit pada hari ini memiliki relevansi dan kontekstualisasi, yaitu dalam urgensi membangun keamanan, kepercayaan, daya saing, dan literasi teknologi," kata Bamsoet.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.