Tentara Bayaran Kekurangan Amunisi, Grup Wagner Peringatkan Rusia

Senin, 06 Mar 2023, 13:49 WIB

MOSKOW - Yeygeny Prigozhin, pendiri jaringan tentara bayaran Grup Wagner, mengingatkan bahwa pasukan mereka yang saat ini menguasai Kota Bakhmut di Ukraina sedang kekurangan amunisi. Jika mereka terpaksa mundur, seluruh garis depan akan hancur.

"Jika Wagner mundur dari Bakhmut sekarang, seluruh garis depan akan runtuh," kata Prigozhin dalam siaran video yang disiarkan Minggu (5/3).

"Situasi saat ini tidak menguntungkan bagi seluruh formasi militer yang sedang melindungi kepentingan Rusia," katanya.

Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen kapan dan di mana rekaman video tersebut dibuat.

Rekaman yang disiarkan melalui saluran Telegram tersebut menyebarkan berita Prigozhin yang terkait Grup Wagner. Rekaman itu tidak ditayangkan melalui layanan media Prigozhin seperti sebelumnya.

Prigozhin pada Jumat (3/3) pekan lalu menyatakan bahwa pasukannya "praktis telah mengepung Bakhmut", tempat pertempuran berkecamuk sepanjang minggu lalu, bersama pasukan Rusia yang menggempur dari segala sisi.

Namun,Prigozhin pada Minggu (5/3) mengeluh karena sebagian besar amunisi yang dijanjikan oleh Moskow untuk pasukannya pada Februari ternyata belum dikirim.

"Saat ini, kami hanya mencoba meraba-raba alasannya: alasan birokrasi atau pengkhianatan," kata Prigozhin dalam pernyataannya melalui saluran Telegram.

Pimpinan tertinggi tentara bayaran itu sering melontarkan kritikan terhadap para jenderal dan petinggi kementerian pertahanan Rusia. Pada Februari, ia menuduh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan pihak lain "berkhianat" karena menahan pasokan amunisi untuk pasukannya.

Dalam rekaman video berdurasi empat menit yang disiarkan melalui Wagner Orchestra Telegram pada Sabtu (4/3), Prigozhin menyatakan pihaknya khawatir kalau Moskow sengaja menjebak mereka untuk dijadikan kambing hitam jika Rusia kalah perang.

Ket. Foto: Arsip - Seorang pria berseragam kamuflase berjalan keluar dari PMC Wagner Center, yang merupakan proyek dari pengusaha dan pendiri kelompok militer swasta Wagner Yevgeny Prigozhin, saat pembukaan kantor di Saint Petersburg, Rusia, 4 November 2022. — Sumber: ANTARA/REUTERS/Igor Russak

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.