Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerja Sama IPB - SPUA Diharapkan Bisa Dongkrak Pertanian Indonesia

📅 Senin, 06 Mar 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerja Sama IPB - SPUA Diharapkan Bisa Dongkrak Pertanian Indonesia Doc: istimewa
Ket. Penandatanganan kerja sama antara Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Shizuoka Professional University of Agriculture (SPUA).

Tokyo - Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi berharap kerja sama antara Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Shizuoka Professional University of Agriculture (SPUA) dapat membantu mendongkrak pertanian sebagai penggerak utama ekonomi Indonesia.

"Saya sangat berharap kerja sama antara IPB dan SPUA ini dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan praktis dan mampu mendongkrak bidang pertanian sebagaiprime mover ekonomi Indonesia ke depan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Jepang," kata Dubes Heri di Tokyo, Minggu (6/3)

Kerja sama tersebut tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pendidikan vokasi di bidang pertanian yang dilakukan oleh Rektor IPB Arif Satria dan Rektor SPUA Shigehiko Suzuki.

Dalam nota kesepahaman itu, kedua belah pihak sepakat untuk menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan program vokasi bidang pertanian dalam arti luas.

Kerja sama tersebut meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan, serta penelitian dan pengembangan bersama.
Menurut Heri, kerja sama tersebut strategis karena dapat membuka peluang baru bagi pengembangan pendidikan dan penelitian di bidang pertanian dan kehutanan antara Indonesia dan Jepang.

Kedua rektor itu menyatakan apresiasi atas dukungan dari KBRI Tokyo dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut dan berharap dapat memberikan manfaat yang besar bagi kedua belah pihak.

Dalam kesempatan sama, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo Yusli Wardiatno kerja sama itu merupakan hasil lanjutan dari kunjungan kerja Dubes Heri Akhmadi ke SPUA Desember 2022

"SPUA merupakan perguruan tinggi baru di Jepang dengan program S1 yang orientasi kurikulumnya menitikberatkan pada 70 persen praktik dan 30 persen teori. Jadi pas dikawinkan dengan IPB yang memilik sekolah vokasi," kata Yusli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.