Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sektor Transportasi Penyumbang Terbesar Inflasi Februari 2023

📅 Kamis, 02 Mar 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Sektor Transportasi Penyumbang Terbesar Inflasi Februari 2023 Doc: Sumber: BPS
Ket. PUDJI ISMARTINI Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS - Komoditas yang dominan memberi andil inflasi selama setahun terakhir adalah beras, telur ayam ras, ikan segar, cabai merah, bawang merah, dan tahu mentah.

JAKARTA - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, mencatat inflasi tahunan mencapai 5,47 persen pada Februari 2023 atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,24 pada Februari 2022 menjadi 114,16 pada Februari 2023.

"Inflasi tahunan terbesar terjadi pada kelompok pengeluaran transportasi yang mengalami inflasi sebesar 13,59 persen dan memberi andil 1,63 persen pada inflasi umum," kata Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/3).

Jika dilihat komoditasnya, penyumbang terbesar untuk inflasi tahunan Februari 2023 antara lain bensin dengan andil 1,07 persen, beras dengan andil 0,32 persen, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,22 persen.

Berdasarkan wilayah, 90 kota IHK mengalami inflasi secara tahunan di mana 63 kota IHK mengalami inflasi tahunan yang lebih tinggi dari inflasi nasional dan 27 kota IHK mengalami inflasi tahunan lebih rendah.

Pada Februari 2023, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kotabaru dengan komoditas penyumbang inflasi di antaranya angkutan udara dengan andil 1,97 persen, beras 1,03 persen, bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,83 persen, dan bensin dengan andil 0,81 persen.

Sementara itu, kota IHK dengan inflasi tahunan terendah pada Februari 2023 adalah Waingapu dengan inflasi tahunan 3,57 persen.

Inflasi tahunan pada Februari 2023 sebesar 5,47 persen disumbang terutama oleh komponen harga yang diatur pemerintah, yang mengalami inflasi 12,24 persen atau lebih rendah dari inflasi tahunan komponen ini di Januari sebesar 12,28 persen, dan menyumbang pada inflasi umum 2,17 persen.

"Tekanan inflasi komponen harga diatur pemerintah secara tahunan masih tinggi. Komoditas yang dominan memberi andil inflasi setahun terakhir adalah bensin, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek filter, tarif angkutan udara, tarif air minum PDAM, dan tarif angkutan dalam kota," katanya seperti dikutip Antara.

Komponen harga bergejolak mengalami inflasi tahunan sebesar 7,62 persen pada Februari 2023 atau lebih tinggi dari Januari 2023 yang sebesar 5,71 persen, dan memberi andil 1,28 persen. "Tekanan inflasi tahunan harga bergejolak meningkat dibandingkan Januari 2023. Komoditas yang dominan memberi andil inflasi selama setahun terakhir adalah beras, telur ayam ras, ikan segar, cabai merah, bawang merah, dan tahu mentah," katanya.

Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 3,09 persen atau lebih rendah dari Januari 2023 yang sebesar 3,27 persen, dan memberi andil 2,02 persen terhadap inflasi Februari 2023. "Tekanan inflasi komponen inti secara tahunan masih dianggap moderat," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.