Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Heboh Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Jam Berapa yang Ideal bagi Siswa SMA?

📅 Kamis, 02 Mar 2023, 14:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Heboh Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Jam Berapa yang Ideal bagi Siswa SMA? Doc: ANTARA/Kornelis Kaha
Ket. Para pelajar SMA Negeri I Kupang, NTT mengikuti kegiatan belajar mengajar yang kini dimulai pukul 05.30 WITA.

Hermina Manlea, The University of Western Australia dan Jonatan A Lassa, Charles Darwin University

Awal pekan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai sorotan atas instruksi mereka untuk mengubah jam masuk sekolah menjadi jam 5.00 pagi, terutama bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Gubernur NTT Viktor Laiskodat menyiratkan di tengah ketertinggalan sektor pendidikan provinsi tersebut, langkah ini adalah upaya mendongkrak "etos kerja" pelajar, hingga mempersiapkan mereka masuk perguruan tinggi top atau bahkan "menuju Universitas Harvard sekalipun".

Menurut Dinas Pendidikan NTT, kebijakan ini sudah langsung diuji coba di sepuluh sekolah - meski kemudian direvisi menjadi jam 5.30 pagi. Di antaranya di SMAN 1 dan SMAN 6 Kupang.

Namun, banyak pihak telah mengkritik kebijakan ini, termasuk akademisi, politikus, serikat guru, lembaga perlindungan anak, dan bahkan orang tua serta pelajar. Mereka menganggap perumusan kebijakan ini tak hanya minim deliberasi dan partisipasi masyarakat, namun juga dibuat secara terburu-buru dan tanpa kajian akademik yang jelas.

Senada dengan kritik yang beredar, kami berpendapat bahwa konsep masuk sekolah pagi dengan narasi ala pemerintah NTT perlu juga dibangun di atas konsep medis dan pendidikan.

Beberapa pertanyaan mendasar yang perlu mereka jawab, misalnya, adalah bagaimana seharusnya jam sekolah diatur? Apa kata sains terkait jam tidur pelajar dan capaian akademik mereka?

Jika pemerintah NTT gagal mempertimbangkan hal-hal di atas, alih-alih mendongkrak capaian pendidikan, kebijakan ini justru bisa mengancam kesehatan remaja NTT serta kesejahteraan mereka dalam menempuh pendidikan.

Kebutuhan Jam Tidur Remaja

Mengingat penetapan jam sekolah adalah domain kebijakan publik, maka hal ini perlu berlandaskan pemahaman terkait kebutuhan anak dan remaja dari berbagai sisi. Berkaca dari literatur yang ada, kami berpandangan bahwa masuk sekolah pada pukul 5 pagi mengancam kesehatan, kebutuhan tidur remaja, serta kemampuan kognitif.

Dalam menimbang kebutuhan tidur, misalnya, penting untuk memahami bahwa setiap manusia memiliki jam biologis, atau biasa disebut dengan "ritme sirkadian" (circadian rythm).

Bukti sistematis ini pun telah diuraikan secara mendalam oleh para pemenang Hadiah Nobel Kedokteran 2017 yakni Jeffrey C. Hall, Michael Rosbash, dan Michael W. Young. Riset-riset mereka membuktikan adanya mekanisme biokimia yang mengontrol ritme fisiologis makhluk hidup - kapan mengantuk hingga kapan tubuh terjaga penuh - sesuai stimulus lingkungan dan cahaya.

Matthew Walker, profesor neurosains di University of California, Berkeley di Amerika Serikar (AS) juga mengangkat tentang peran ritme sirkadian ini dalam bukunya Why We Sleep: The New Science of Sleep and Dreams (2017) yang membahas alasan ilmiah mengapa tidur itu penting.

Dalam konteks remaja usia SMA, secara biologis mereka tengah memasuki usia pubertas yang dinamis. Kelompok ini memiliki tantangan besar karena harus berjuang keras untuk bangun pada pagi hari. Riset menunjukkan bahwa ketika anak muda mulai pubertas, jam biologis mereka bergeser; mereka biasanya cenderung tidur lebih larut akibat pergeseran ritme biologis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

39 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.