• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Peradaban Pertama Dimulai ...

Peradaban Pertama Dimulai dari Sumer

Selasa, 28 Feb 2023, 06:55 WIB

Sumer yang adalah wilayah paling selatan Mesopotamia kuno atau di Irak dan Kuwait modern saat ini, umumnya dianggap sebagai tempat lahirnya peradaban. Nama itu berasal dari bahasa Akkadia, sebuah bahasa di utara Mesopotamia kawasan berbentuk bulan sabit yang subur.

Arti kata Sumer berarti "tanah raja-raja yang beradab". Bangsa Sumeria penghuni wilayah itu menyebut diri mereka "orang berkepala hitam" dan tanah mereka, dalam tulisan runcing, hanyalah "tanah" atau "tanah orang berkepala hitam". Dalam kitab kejadian Alkitabiah, Sumeria dikenal sebagai Shinar.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Menurut Daftar Raja Sumeria, ketika para dewa pertama kali memberi manusia hadiah yang diperlukan untuk mengolah masyarakat, mereka melakukannya dengan mendirikan Kota Eridu di wilayah Sumeria. Sementara Kota Uruk dianggap sebagai kota tertua di dunia, orang Mesopotamia kuno percaya bahwa itu adalah Eridu dan di sinilah tatanan didirikan dan peradaban dimulai.

Wilayah Sumeria telah lama dianggap telah dihuni pertama kali sekitar 4.500 SM. Namun, tanggal ini telah diperdebatkan dalam beberapa tahun terakhir, dan sekarang dianggap bahwa aktivitas manusia di daerah tersebut dimulai jauh lebih awal.

Para pemukim pertama bukanlah orang Sumeria tetapi orang yang tidak diketahui asalnya yang oleh para arkeolog disebut orang Ubaid dari gundukan galian al-Ubaid. Artefak yang ditemukan di sini menjadi bukti pertama keberadaan mereka yang disebut juga orang proto-Efrat yang menunjuk mereka sebelumnya penduduk wilayah Sungai Efrat.

Siapa pun orang-orang ini, mereka telah berpindah dari masyarakat pemburu-pengumpul ke masyarakat agraris sebelum 5.000 SM. Penggalian dari al-Ubaid dan situs-situs lain di seluruh Irak selatan telah menemukan alat-alat batu dari orang-orang Ubaid seperti cangkul, pisau, dan beliung, serta artefak tanah liat yang meliputi sabit, batu bata, tembikar yang dicat, dan patung-patung.

Cendekiawan Samuel Noah Kramer dalam buku The Sumerians: Their History, Culture, and Character (1971) mengatakan, penguasa pertama Sumeria, yang perbuatannya dicatat, jika hanya dalam bentuk pernyataan yang paling singkat, adalah seorang raja bernama Etana dari Kish. Ia kemungkinan naik takhta cukup awal pada milenium ketiga SM.

Etana digambarkan sebagai "dia yang menstabilkan semua tanah" pada Daftar Raja Sumeria. Daftar itu sendiri adalah sebuah dokumen berhuruf paku, yang ditulis oleh seorang juru tulis Kota Lagash, sekitar tahun 2100 SM. Daftar itu mencantumkan semua raja di wilayah tersebut, dan pencapaian mereka, dalam upaya untuk menunjukkan kesinambungan keteraturan dalam masyarakat sejak awal peradaban.

Pada 3.600 SM, bangsa Sumeria telah menemukan roda, tulisan, perahu layar, proses pertanian seperti irigasi, dan konsep kota. Secara umum diterima bahwa kota pertama di dunia muncul di Sumer dan, di antara yang paling penting, adalah Eridu, Uruk, Ur, Larsa, Isin, Adab, Kullah, Lagash, Nippur, dan Kish.

Kota Uruk dianggap sebagai kota sejati pertama di dunia. Telah dicatat, sekali lagi oleh Kramer, bahwa nama-nama ini bukan berasal dari bangsa Sumeria tetapi berasal dari orang Ubaid dan didirikan, setidaknya sebagai desa, jauh lebih awal sekitar 5.000 SM.

Kota-kota lain di Sumeria adalah Sippar, Shuruppak, Bad-tibira, Girsu, Umma, Urukag, Nina, dan Kissura. Semuanya memiliki ukuran dan cakupan yang berbeda-beda dengan Uruk yang terbesar dan terkuat pada masa jayanya. Kota- kota ini hidup antara 5.000 SM hingga 1.750 SM ketika bangsa Sumeria tidak ada lagi sebagai bangsa, karena serangan orang Elam dan Amori.

Setelah Periode Ubaid (5.000-4.100 SM), datanglah Periode Uruk (4.100-2.900 SM). Periode ini kota-kota mulai muncul di lanskap dan Kota Uruk menjadi terkenal. Meskipun periode tersebut dinamakan untuk `kota pertama' Uruk, Eridu dianggap sebagai kota pertama oleh bangsa Sumeria sendiri. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.