Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

6.500 Jiwa Terdampak Banjir

📅 Senin, 27 Feb 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
6.500 Jiwa Terdampak Banjir Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Ilustrasi. Banjir luapan Kali Ulu merendam permukiman warga di Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jabar, Ahad (12/2).

BEKASI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan sebanyak hampir 6.500 jiwa terdampak banjir yang menerjang enam kecamatan Kabupaten Bekasi, Jumat (24/2).

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, Sabtu (25/2), menuturkan hingga kemarinada 81 unit rumah terendam di tujuh desa/kelurahan akibat banjir di enam kecamatan.

Enam kecamatan terdampak banjir tersebut adalah Kecamatan Babelan, Sukatani, Karang Bahagia, Tambun Utara, Sukakarya, dan Kecamatan Cikarang Utara. BPBD Jabar juga telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bekasi berkoordinasi dengan pihak terkait di lokasi.

"Kami juga mengimbau kepada warga untuk evakuasi mandiri dan tetap waspada bilamana air semakin tinggi. Lalu, pemantauan informasi lanjutan dari rekan-rekan Destana, pegiat kebencanaan melalui grup WhatsApp," jelas Hadi.

Sebelumnya,sebanyak enam kecamatan terendam banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis petang hingga Jumat siang. "Berdasarkan laporan sampai Jumat petang, enam kecamatan dan tujuh desa terendam banjir akibat hujan tinggi," jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis.

Di Kecamatan Tambun Utara, banjir merendam permukiman warga di Kampung Gabus Gedong, Desa Srimukti dengan ketinggian muka air mencapai 20-50 sentimeter. Banjir juga merendam empat lokasi di Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, dengan ketinggian muka air kurang lebih 30-50 sentimeter.

"Banjir di permukiman warga Desa Karang Raharja dan Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara, selain disebabkan hujan juga akibat luapan Kali Ulu setinggi 30-40 sentimeter," katanya. Kemudian di Kecamatan Sukatani, genangan air dilaporkan terjadi di Kampung Jagawana, Desa Sukarukun dengan ketinggian muka air 30-60 sentimeter.

Perumahan Puri Nirwana Residence di Kecamatan Karang Bahagia juga terendam banjir setinggi 50-70 sentimeter. Banjir terparah merendam Villa Kencana di Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya dengan ketinggian satu meter.

"Kami sudah mengerahkan personel dari BPBD dan relawan untuk mengevakuasi warga menggunakan perahu karet apabila membutuhkan. Persediaan logistik pun telah dikirimkan ke lokasi banjir," kata Muchlis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.