Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Penyebaran Berita Bohong, Literasi Digital Kunci Masyarakat Terhindar Hoaks di Tahun Politik

📅 Jumat, 24 Feb 2023, 03:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Penyebaran Berita Bohong, Literasi Digital Kunci Masyarakat Terhindar Hoaks di Tahun Politik Doc: ANTARA/Fathur Rochman
Ket. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan memberikan sambutan di acara "Kickoff Literasi Digital Sektor Pendidikan" yang digelar di Menara Danareksa, Jakarta, Kamis (23/2/2023).

Jakarta - Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menilai literasi digital menjadi kunci bagi masyarakat terhindar dari disinformasi atau hoaks di tahun politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024.

"Jadi apapun namanya ada hoaks, ada ujaran kebencian, dia bisa menelaah oh ini tidak perlu ditanggapi, oh ini adalah hoaks. Jadi imunitasnya yang kita bangun lewat literasi ini," ujar Semuel di Jakarta, Kamis.

Semuel menilai, lewat kemampuan literasi digital yang mumpuni, masyarakat tidak akan mudah terpengaruh dan percaya dengan informasi-informasi yang tidak jelas kebenarannya.

Dengan literasi digital yang dimiliki, masyarakat akan lebih selektif dalam memilih dan memilah Informasi yang diterima. Dengan demikian, informasi hoaks atau disinformasi tidak akan mudah tersebar di tengah masyarakat.

Semuel mengatakan meningkatkan literasi digital masyarakat menjadi hal yang sangat penting dalam memerangi informasi hoaks atau disinformasi di tengah tahun politik seperti saat ini, di samping juga tetap melakukan upaya-upaya lainnya seperti pemblokiran konten.

"Kalau kita bekali masyarakat dengan pengetahuan, masyarakat bisa menangkal hoaks itu sendiri. Itu yang kita harapkan," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong meminta masyarakat waspada terhadap disinformasi yang beredar di platform digital jelang Pemilu Serentak 2024.

"Ini perlu kita waspadai soal disinformasi menjelang pemilu dan pada tahun Pemilu 2024," ujar Usman saat memberi sambutan dalam Forum Literasi Demokrasi bertajuk "Demokrasi Damai di Era Digital" yang digelar di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Rabu (22/2).

Usman mengatakan bahwa Kemenkominfo memiliki teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama Automatic Identification System (AIS) yang bekerja untuk menjaring disinformasi yang beredar di ruang digital, termasuk disinformasi politik.

Berdasarkan data yang dihimpun dari AIS tersebut, diketahui bahwa terjadi peningkatan disinformasi yang cukup signifikan pada penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Kalau kita lihat data pada pemilu lalu, dari April 2018 sampai April 2019 itu terjadi peningkatan signifikan disinformasi politik, Artinya semakin mendekati pemilu, berdasarkan pengalaman lalu, disinformasi politik itu makin tinggi," kata Usman.

"Kurang lebih ada 277 disinformasi politik pada April 2019, yang pada April 2018 hanya 14. Dalam setahun peningkatannya luar biasa. Itu yang kitatake down, itu yang kita minta dicabut dari ruang digital," tambah dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.