Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendikbud Dorong Penciptaan Universitas Bereputasi Tinggi

📅 Kamis, 23 Feb 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendikbud Dorong Penciptaan Universitas Bereputasi Tinggi Doc: ANTARA/Humas Kemendikbud
Ket. Arsip Foto - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam peluncuran kebijakan Merdeka Belajar di Jakarta, Senin (10/2/2020).

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mendorong penciptaan perguruan tinggi atau universitas bereputasi tinggi dengan cara menghadirkan pengajaran yang berstandar internasional.

"Saya mengajak Ibu/Bapak pimpinan perguruan tinggi agar semakin berkomitmen untuk menciptakan perguruan tinggi yang bereputasi tinggi," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (23/2).

Nadiem mengatakan perguruan tinggi bereputasi tinggi akan terwujud dengan adanya pengajaran berstandar internasional yang lengkap dengan dosen berkualifikasi tinggi.

Menurutnya, upaya itu akan menarik mahasiswa asing sehingga pada akhirnya mampu menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki reputasi baik di dunia.

Ia menegaskan upaya tersebut harus dilakukan mengingat para mahasiswa akan menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks ketika mereka lulus kuliah.

Tantangan itu antara lain adanya perkembangan teknologi otomasi yang menggantikan peran manusia termasuk situasi dan kondisi dunia yang semakin dinamis serta perubahan iklim maupun isu-isu global lainnya.

Ia menuturkan, tantangan ini menuntut perubahan besar dalam dunia pendidikan tinggi termasuk melalui upaya Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir.

Nadiem menyebutkan saat kini terdapat 420 ribu mahasiswa kita sudah mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka baikflagshipprogram dari Kementerian atau program-program yang di Inisiasi kampus.

Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nizam menambahkan, perguruan tinggi perlu keluar dari zona nyaman seiring destruksi di dunia pendidikan yang semakin pesat.

Nizam menjelaskan perguruan tinggi perlu keluar dari zona nyaman untuk selalu berinovasi dan berkreasi, berfokus pada sarjana yang akan dihasilkan serta berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu perguruan tinggi perlu mendestruksi dirinya agar tetap relevan dan eksis sehingga turut mewarnai perubahan dan bukan ditinggal oleh perubahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.