Korut Sebut Sekjen PBB Tak Adil

Kamis, 23 Feb 2023, 02:55 WIB

PYONGYANG - Korea Utara (Korut) pada Rabu (22/2) menuduh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, bersikap yang sangat tidak adil dan tidak seimbang, karena mengecam uji coba misilnya baru-baru ini, tetapi mengabaikan dugaan sikap bermusuhan Amerika Serikat (AS) terhadap Korut.

Tuduhan itu muncul ketika kapal perusak AS, Korea Selatan (Korsel), dan Jepang, mengadakan pelatihan antimisil trilateral di dekat Semenanjung Korea, sebuah langkah yang dapat dianggap Korut sebagai provokasi.

Ket. Foto: Peluncuran Misil l Pejalan kaki di Tokyo, Jepang, melewati monitor yang menayangkan berita peluncuran misil Korut pada Senin (20/2) lalu. Otoritas di Korsel meyakini bahwa Korut saat ini memiliki kemampuan penuh bagi peluncuran misil balistik antarbenua. — Sumber: AFP/Kazuhiro NOGI

Setelah Korut melangsungkan uji coba misil balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile/ICBM) pada Sabtu (18/2), Sekjen Guterres mengutuk keras peluncuran tersebut dan menegaskan kembali seruannya agar Korut segera berhenti melakukan provokasi lebih lanjut. Dalam sebuah pernyataan, Guterres juga mendesak Korut untuk melanjutkan pembicaraan denuklirisasi Semenanjung Korea.

"Yang paling mengecewakan, Sekjen PBB mengamuk dengan pernyataan tidak masuk akal dan menyakitkan, yang sedikit berbeda dengan pernyataan mengenai para pejabat dari Kementerian Luar Negeri AS selama bertahun-tahun," kata Kim Son Gyong, wakil Menteri Luar Negeri Korut untuk urusan badan-badan internasional.

"Sekjen PBB harus memahami dengan jelas bahwa pendiriannya yang tidak masuk akal dan berprasangka pada masalah Semenanjung Korea bertindak sebagai faktor yang memicu tindakan bermusuhan AS dan para pengikutnya terhadap Korut," imbuh Kim.

Kim juga mengatakan uji ICBM Korut adalah tanggapan terhadap ancaman keamanan yang diajukan AS ke Korut.

Amerika, kata dia, mengerahkan sementara pesawat bomber jarak jauh untuk pelatihan bersama dengan Korsel awal tahun ini. Kim mengatakan uji itu juga merupakan peringatan untuk pertemuan sebelumnya Dewan Keamanan PBB mengenai Korut.

Korut memandang latihan militer AS-Korsel sebagai latihan invasi. Negara itu bersikap sangat sensitif terhadap mobilisasi pesawat bomber B-1B AS yang dapat membawa muatan konvensional besar berupa senjata berpemandu dan tak berpemandu.

Setelah uji ICBM Korut, AS kembali menerbangkan B-1B untuk latihan terpisah dengan jet tempur Korsel dan Jepang.

Keyakinan Korsel

Sementara itu otoritas militer Korsel meyakini Korut memiliki kemampuan penuh bagi peluncuran misil balistik antarbenua dan kemungkinan besar akan meluncurkan satelit pengintai.

Badan Intelijen Pertahanan Korsel, DIA, yang berada di bawah Kementerian Pertahanan mengutarakan penilaian tersebut dalam laporan kerja kepada Komisi Intelijen Majelis Nasional pada Rabu (22/2).

Mengutip anggota komite senior dan anggota parlemen dari partai berkuasa Partai Kekuatan Rakyat, Yoo Sang-beom, badan tersebut menilai meskipun Korut belum meluncurkan ICBM dari sudut normal, namun Pyongyang sepenuhnya mampu melakukan hal tersebut dan hanya sedang mengatur waktu peluncurannya untuk memberikan tekanan kepada AS. Lebih lanjut Yoo mengatakan bahwa DIA yakin terdapat kemungkinan besar Korut juga akan meluncurkan satelit pengintai militer.AFP/VoA/KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.