Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Budi Ingin Swasta Salurkan Dana untuk Edukasi Kesehatan Masyarakat

📅 Selasa, 21 Feb 2023, 06:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkes Budi Ingin Swasta Salurkan Dana untuk Edukasi Kesehatan Masyarakat Doc: kemkes.go.id

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengharapkan perusahaan biofarmasi multinasional seperti AstraZeneca dapat menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ke arah yang bersifat promotif preventif agar dapat menjadi edukasi kesehatan bagi masyarakat.

"Saya minta dana grant itu disalurkan sifatnya lebih ke promotif preventif jadi edukasi masyarakat," ucap Budi saat ditemui di acara penandatangan kerja sama Kementerian Kesehatan dengan PT AstraZeneca Indonesia di Jakarta, Senin (20/2).

Kerja sama Indonesia dengan AstraZeneca sudah terjalin lama dan melalui perpanjangan kerja sama ini, ia menginginkan AstraZeneca dapat membawa teknologinya ke Indonesia untuk mengembangkan vaksinasi pada penyakit-penyakit tidak menular.

"Saya bilang ke AstraZeneca kalau bisa kita ingin semua vaksin itu dikembangkan di Indonesia, AstraZeneca salah satu perusahaan vaksin besar juga, jadi kita minta teknologinya dibawa ke sini," ucap Menkes Budi.

Ia menjelaskan saat ini situasi penyakit tidak menular di Indonesia sudah bergeser dari Covid-19, dan kembali kepada penyakit tidak menular yang sudah lama ada seperti TBC, HIV, malaria serta beberapa penyakit yang baru bermunculan.

Menurut Menkes Budi, penyakit tersebut kembali merebak karena vaksinasi yang tertunda. Oleh karena itu, ia mengharapkan AstraZeneca dapat membantu pengembangan industri vaksinasi di Indonesia.

Sementara itu terkait beredarnya kabar penambahan kasus gagal ginjal akut di Jawa Barat dan Maluku, Menkes Budi menyebut masih menunggu data pemeriksaan darah pasien di laboratorium terkait kontaminasietilen glikol(EG) dandietilen glikol(DEG).

Kemenkes juga bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk mendeteksi apakah ada kontaminasi yang menyebabkan gagal ginjal akut.

"Indikasi sementara sepertinya infeksi, karena kalau gagal ginjal itu dikasih obat-obatan anti infeksi biasanya dia tidak bereaksi, ini dikasih obat-obatan anti infeksi langsung turun. Jadi kemungkinan teman-teman di RSCM itu masih lihat ini sepertinya bukan gagal ginjal akut," ucap dia.Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.