• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Informasi Polutan Dapat Di...

Informasi Polutan Dapat Diakses via Aplikasi Ponsel Pintar

Selasa, 21 Feb 2023, 06:55 WIB

Peluncuran instrumen yang disebutTropospheric Emissions Monitoring of Pollution(TEMPO) berbasis satelit ke luar angkasa akan dilakukan di Cape Canaveral Florida dijadwalkan pada bulan April 2023 dengan roket dua tahap Falcon 9. Roket akan lepas landas dengan kecepatan 7.000 mil per jam, mengirimkan muatan satelitnya ke orbit geostasioner.

Jika nantinya telah beroperasi maka menurut tim bisa digunakan untuk aplikasi berbasis perangkat mobile. Tim merancang data yang diperoleh juga bisa digunakan secara praktis kepada masyarakat melalui aplikasi pada ponsel. Informasi detail terkait polutan udara yang ada di sekitar pengguna dapat diterima secarareal time.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

"Salah satu hal yang kami harap dapat dilakukan adalah membuat orang mencari kualitas udara di mana mereka berada dan dapat membuka aplikasi dan bertanya, 'Bolehkah saya lari pagi ini?'" kata jelas Kelly Chance, penyelidik utama proyek di Observatorium Astrofisika Smithsonian (SAO), yang pertama kali mengusulkan misi satu dekade lalu.

Ia menggambarkan, TEMPO sebagai laboratorium kimia atmosfer yang mengorbit, menggunakan spektrometer yang peka terhadap panjang gelombang tampak dan ultraviolet. Cermin pengumpul cahaya sistem akan melakukan pemindaian benua dari timur ke barat secara lengkap setiap satu jam siang hari.

Polutan yang berbeda akan dilihat melalui sinar matahari yang dipantulkan dari Bumi kembali ke instrumen pendeteksi TEMPO dengan cara mereka menyerap frekuensi dari sinar matahari.

"Kami dengan hati-hati melihat cahaya itu dan mengukur dengan sangat akurat sehingga kami dapat mengetahui dari jenis molekul apa itu berasal," terang manajer proyek di Pusat Penelitian Langley NASA di Hampton, Virginia, Kevin Daugherty, seperti dikutip lamanSmithsonian.

Dengan mengidentifikasi dimana, apa, dan kapan terjadinya polusi udara dengan sangat detail, TEMPO akan membantu memandu para pembuat kebijakan yang berharap dapat mengurangi dampak buruk polusi pada sumbernya.

TEMPO adalah yang pertama dari program Earth Venture Instrument NASA, sebuah penyelidikan sains berskala kecil yang dirancang untuk melengkapi misi penelitian NASA yang lebih besar. Bekerja sama dengan SAO, Chance bekerja dengan tim sains terkemuka termasuk para ahli dari Pusat Penelitian Langley NASA dan Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard, Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional, Ball Aerospace, dan EPA.

Chance menuturkan, instrumen TEMPO akan mengirimkan data yang dapat menghasilkan prakiraan kualitas udara di seluruh benua untuk memperingatkan publik ketika tingkat partikel, senyawa organik yang mudah menguap, nitrogen dioksida, atau bahan kimia lainnya membuat udara sangat tidak sehat.

Proyek ini juga merupakan kemitraan komersial yang berharga. Satelit komunikasi perumahan TEMPO, yang dibangun oleh Maxar di Palo Alto, California, akan memberi pelanggan penerbangan komersial Intelsat lebih dari 40 GB per detik konektivitas internet saat terbang di atas Amerika Utara.

Kemampuan penginderaan dalam skala benua menjadikan instrument berbasis satelit tersebut bergabung dengan konstelasi satelit pemantau polusi, termasuk yang diluncurkan oleh Korea Aerospace Research Institute pada 2020. Badan Antariksa Eropa (ESA) juga berencana membangun instrument serupa mulai tahun depan.

Konstelasi kualitas udara dari bermacam sumber ini nantinya akan memindai Eropa, Amerika Utara, dan Asia, serta melacak polusi udara di banyak pusat populasi dunia, dari skala lingkungan hingga antarbenua. Daugherty mengatakan kebakaran besar di California akan menjadi peluang utama untuk memanfaatkan kemampuan unik TEMPO.

Kebakaran hutan seperti yang sering terjadi menciptakan polusi udara yang signifikan bagi orang-orang yang tinggal di daerah sekitarnya, juga mengalir melalui arus udara, menyebar jauh dari sumbernya ke tempat lain.

"Penting untuk memahami bagaimana sumber-sumber ini menghasilkan polusi dan ke mana polusi dipindahkan," papar Daugherty. "Salah satu hal yang dapat kami lakukan adalah benar-benar melihat sebagian dari itu bergerak, melacaknya saat mengalir ke seluruh negeri," imbuh dia. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.