Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Curup Bengkulu Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Oli Bekas

Minggu, 19 Feb 2023, 18:55 WIB

Rejang Lebong - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Curup yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu, berhasil menciptakan kompor masak berbahan bakar oli bekas.

"Ada satu WBP kita yang berhasil membuat kompor dengan menggunakan bahan bakar oli bekas, saat ini kompornya digunakan untuk keperluan usaha jamur tiram, yakni untuk memanaskan baglog," kata Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIA Hadi Wijaya di Rejang Lebong, Ahad.

Dia menjelaskan kompor yang diciptakan WBP Lapas Kelas IIA Curup ini cukup membantu dalam usaha budi daya jamur tiram yang menjadi salah satu usaha unggulan lapas setempat, karena jika menggunakan kayu bakar atau gas akan membutuhkan biaya yang cukup besar.

Sejauh ini program pembinaan dan pelatihan yang dilaksanakan Lapas Kelas IIA Curup di antaranya ialah bidang usaha pertanian berupa berkebun sayuran dalam polybag, kemudian budi daya pepaya California, peternakan ayam petelur, budi daya jamur tiram, perbengkelan, pertukangan dan lainnya.

Sementara itu Pani (42), WBP yang menciptakan kompor berbahan bakar oli bekas mengatakan kompor tersebut dibuatnya empat bulan lalu setelah terinspirasi saat memasak baglog atau media tanam jamur tiram yang kini menjadi salah satu usaha WBP Lapas Kelas IIA Curup.

"Kalau memasak baglog dengan menggunakan kayu bakar biayanya sudah cukup besar dan boros, kalau menggunakan gas tambah lagi. Saya lalu terpikirkan untuk menggunakan oli bekas sebagai bahan bakar memasak baglog ini," kata dia.

Pani bersama dengan beberapa temannya sesama WBP kemudian membuat kompor sederhana yang dilengkapi dengan dua batang pipa serta blower. Adapun cara kerjanya untuk menghidupkan kompor harus menggunakan karpet telur yang diteteskan dengan oli bekas. Setelah menyala pipa pertama mengalirkan tetesan oli bekas dan pipa kedua berfungsi untuk mengalirkan angin dari blower.

Penggunaan kompor berbahan bakar oli bekas ini, kata Pani, biaya sangat murah karena satu liter oli bekas dibeli dari bengkel seharga Rp2.000, di mana satu liter oli bekas ini bisa menghidupkan kompor hingga dua jam.

"Sebelum ada kompor ini untuk memasak baglog jamur biasanya membutuhkan dua kubik kayu dan hanya bisa bertahan sekitar dua jam. Kalau menggunakan 20 liter oli bekas bisa sampai 12 jam," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.