Pasca Gempa, 1.362 Anak di Turki Terpisah dari Orang Tuanya

Selasa, 14 Feb 2023, 17:14 WIB

Sedikitnya 1.362 anak di Turki dilaporkan terpisah dari orang tuanya setelah gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter (SR) mengguncang negara itu pada Senin (6/2).

Menteri Keluarga dan Layanan Sosial Derya Yanik mengungkapkan, pihaknya masih berupaya mempertemukan ribuan anak-anak itu dengan keluarga mereka seraya berupaya mengidentifikasi 291 anak yang belum teridentifikasi.

Ket. Foto: Petugas penyelamat menarik Ayda Gezgin dari puing-puing bangunan yang runtuh setelah gempa bumi melanda Jumat di kota pelabuhan Aegean Izmir, Turki. — Sumber: Turkish Gendarmerie Search and Rescue Battalion/Tu

Yanik menjelaskan, pihaknya kini tengah berupaya mencari tahu identitas 291 anak-anak korban gempa dan mempersatukan mereka kembali dengan anggota keluarga yang masih hidup.

Hingga Senin (14/2), baru 369 anak yang berhasil dipersatukan kembali dengan keluarga mereka.

Sementara itu, 792 anak lainnya berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kemudian, 201 anak lainnya kini berada dalam perlindungan sejumlah institusi yang berafiliasi dengan Kementerian Keluarga dan Layanan Sosial Turki.

"Begitu kami telah mengidentifikasi anak-anak kami tetapi menemukan bahwa mereka kehilangan anggota keluarga mereka dan harus ditempatkan di bawah asuhan negara, maka kami pasti dapat mengizinkan mereka untuk berhubungan dengan keluarga yang sudah dikenal dengan sistem asuh biasa," tutur Yanik, seperti dikutip dari CNN International.

Adapun korban tewas akibat gempa dahsyat yang mengguncang Turki dan Suriah pada pekan lalu dilaporkan terus bertambah. Hingga Senin (12/2), jumlah korban tewas mencapai setidaknya 36.217 jiwa.

Dilansir dari CNN International, Pusat Koordinasi Darurat Turki (SAKOM) melaporkan, korban tewas akibat gempa dahsyat pada pekan lalu di Turki mencapai 31.643 jiwa. Sementara, korban tewas di Suriah telah mencapai 4.574 orang.

Kementerian Kesehatan Turki melaporkan, setidaknya 19.300 orang mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit usai gempa terjadi. Jumlah tersebut termasuk 3.636 korban luka yang harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU).

Selain itu, 8.851 pasien lainnya harus menjalani operasi akibat luka akibat gempa, yang beberapa di antaranya telah dipulangkan.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Suliana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.