Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Sulit Meninggalkan Pasangan yang Abusive?

📅 Selasa, 14 Feb 2023, 15:20 WIB | Oleh:
Mengapa Sulit Meninggalkan Pasangan yang Abusive? Doc: Freepik
Ket. Ilustrasi.

Hubungan asmara yang mulanya tumbuh dengan penuh cinta sekalipun bisa berakhir dengan kekerasan karena beberapa alasan.

Berbicara kepada Insider, Naiylah Warren, seorang terapis berlisensi, menuturkan kekerasan dalam suatu hubungan asmara tak terkecuali rumah tangga dapat terjadi secara perlahan.

Kekerasan mungkin dimulai ketika salah satu dari pasangan mulai mencoba mengendalikan situasi kehidupan, keuangan, atau aspek lain dari kehidupan sehari-hari Anda. Pada kasus lain, kekerasan dalam hubungan asmara juga bisa dipicu oleh penyalahgunaan zat atau narkotika, kecanduan alkohol, dan lainnya.

Tak ada yang mudah bagi korban kekerasan, terutama yang dilakukan oleh orang terkasih yang telah menjadi pendukung emosional terdekat mereka. Bukan tidak mungkin korban akan mampu menemukan atau mempercayai orang lain.

Meski jalur hukum bisa ditempuh untuk menyelesaikan perkara kekerasan yang menimpa Anda. Warren menuturkan pentingnya untuk juga menangani kesehatan mental mereka.

Menurut Warren, korban kekerasan seringkali memiliki perasaan bersalah dan malu atas situasi yang mereka alami, dan hal ini bisa mencegah mereka untuk meninggalkan hubungan yang penuh kekerasan untuk selamanya.

Pertama, pasangan yang mengalami pelecehan mungkin merasa mandek atau kesulitan berpikir secara jernih karena diasingkan dari lingkaran orang yang dicintainya, termasuk keluarga mereka.

"Jika korban pelecehan menghabiskan lebih sedikit waktu dengan keluarga dan teman mereka, dan lebih banyak waktu dengan orang yang melecehkan mereka, korban mungkin mulai percaya bahwa mereka pantas menerima situasi tersebut", ujarnya.

Menurut Warren, pelaku kekerasan seringkali melontarkan pelecehan secara verbal untuk itu membuat korban merasa mereka pantas mendapatkan perlakuan yang tidak dapat diterima sehingga mereka tetap tinggal.

Alasan lain yang mungkin memicu korban tidak meninggalkan pasangan mereka yang kerap berlaku kasar adalah karena kepercayaan bahwa mereka dapat mengubah sifat buruk pasangan mereka.

Siklus ini dapat membuat korban merasa jika mereka dapat menanggung bagian buruk dari hubungan tersebut, mereka dapat kembali ke "fase bulan madu", tetapi Warren menegaskan bahwa itu bukanlah dinamika yang sehat.

Selain itu, korban mungkin gagal meninggalkan pasangan mereka karena pelaku meminta maaf atau berjanji tidak akan mengulangi kekerasan yang dilakukannya. Namun, ingatlah bahwa tak sedikit dari mereka yang akan mengulangi hal itu di kemudian hari.

Ingatlah, bahwa Anda tidak pantas mendapatkan perlakuan kasar karena alasan apapun. Alih-alih menenangkan pasanganmu, pertama-tama pastikan keselamatan fisik Anda terlebih dahulu.

Meski sulit, cobalah untuk diskusikan masalah yang Anda hadapi dengan keluarga atau pakar kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.