Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Bangunan Ambruk Seperti 'Pancake' Saat Gempa di Turki, Ini Penjelasan Ahli

📅 Kamis, 09 Feb 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyak Bangunan Ambruk Seperti 'Pancake' Saat Gempa di Turki, Ini Penjelasan Ahli Doc: AP/Mustafa Karali
Ket. Tim penyelamat mencari orang-orang yang tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk saat gempa mengguncang Turki, Senin (6/2/2023).

Mark Quigley, The University of Melbourne

Sepasang gempa bumi dahsyat mengguncang Turki pada 6 Februari lalu, menyebabkan lebih dari 7.800 orang tewas. Banyak pula orang terluka atau mengungsi.

Gempa pertama, dekat Gaziantep dekat perbatasan Suriah, dengan magnitudo 7,8 dan terasa hingga Inggris Raya. Guncangan kedua terjadi sembilan jam kemudian, sepertinya terjadi karena patahan yang saling bertemu, dengan magnitudo 7,5.

Runtuhnya 3.450 bangunan, menurut pemerintah Turki, juga memperbesar dampak gempa. Banyak bangunan modern yang rebah menjadi semacam "kue dadar bertumpuk (pancake mode)" akibat keruntuhan struktur.

Kenapa ini terjadi? Apakah hanya karena besarnya magnitudo dan kuatnya gempa, ataukah bangunannya bermasalah?

Ribuan Tahun Gempa Bumi

Gempa bumi biasa terjadi di Turki, karena terletak di wilayah yang sangat aktif secara seismik. Di bawah permukaan wilayah ini tiga lempeng tektonik saling bergesekan. Catatan sejarah gempa bumi di wilayah tersebut kembali setidaknya 2.000 tahun silam, hingga gempa pada tahun 17 Masehi yang meratakan selusin kota.

Zona Patahan Anatolia Timur yang menjadi tuan rumah gempa bumi ini berada di perbatasan antara lempeng tektonik Arab dan Anatolia. Mereka yang bergerak melewati satu sama lain dengan kecepatan sekitar 6 hingga 10 mm per tahun. Regangan elastis yang terakumulasi di zona batas lempeng ini dilepaskan oleh gempa bumi berselang-seling yang terjadi selama jutaan tahun. Dengan demikian, gempa bumi yang baru terjadi tidaklah mengejutkan.

Terlepas dari bahaya seismik yang terkenal, wilayah ini juga memiliki banyak infrastruktur yang rentan.

Selama 2.000 tahun terakhir kita banyak belajar tentang cara membangun gedung tahan gempa yang parah sekalipun. Namun, pada kenyataannya, banyak faktor yang mempengaruhi praktik pembangunan gedung di wilayah ini maupun wilayah lainnya di dunia.

Konstruksi yang buruk adalah Masalah Umum

Banyak bangunan yang runtuh tampaknya dibangun dari beton tanpa penguatan seismik yang memadai. Ketentuan seismik bangunan di wilayah ini menunjukkan bangunan ini seharusnya mampu menahan gempa bumi yang kuat (saat tanah bergoyang sangat cepat sebesar 30% hingga 40% dari gravitasi normal) tanpa menimbulkan kegagalan struktur.

Gempa berkekuatan 7,8 dan 7,5 tampaknya menyebabkan guncangan dalam kisaran 20 hingga 50% gravitasi. Sebagian dari bangunan ini dengan demikian gagal pada intensitas goncangan yang lebih rendah dari "aturan desainnya".

Ada masalah umum di Turki dan di tempat lain dalam hal memastikan konstruksi bangunan yang aman dan kepatuhan terhadap ketentuan seismik bangunan. Runtuhnya bangunan serupa telah terlihat dalam gempa bumi yang lalu di Turki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Tuntut Kenaikan Gaji, Puluh...
Luar Negeri
Remaja 19 Tahun AS Ditangka...
Nasional
Kemenhub Perkuat Kompetensi...
Megapolitan
Kasus DBD Jakarta Selatan T...
Luar Negeri
Aksi Jual Pasar Teknologi M...

Wabah Ebola di Kongo Telah Tewaskan 4.381 Jiwa

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola di Kongo Telah ...
Advertisement
Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.