Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Manfaat Cemburu, Bisa jadi Senjata Deteksi Pasangan Selingkuh

📅 Rabu, 01 Feb 2023, 11:10 WIB | Oleh:
Manfaat Cemburu, Bisa jadi Senjata Deteksi Pasangan Selingkuh Doc: Freepik
Ket. Ilustrasi.

Meski rasa cemburu bisa merusak suatu hubungan asmara karena kurangnya kepercayaan terhadap pasangan, merasa cemburu bisa menguntungkan apabila pasangan Anda tidak setia. Rasa cemburu bisa menjadi indikasi jika pasangan Anda berselingkuh.

Perselingkuhan sendiri sangat umum terjadi dalam suatu hubungan asmara, walau begitu tak ada yang bisa dibenarkan dari perselingkuhan. National Institutes of Health (NIH) mencatat perselingkuhan menjadi penyebab perceraian yang paling umum.

"[Ini] salah satu penyebab perceraian yang paling sering dilaporkan dan salah satu masalah paling sulit untuk ditangani oleh terapis pasangan," tulis NIH.

Jika Anda memiliki firasat bahwa pasangan Anda memiliki simpanan atau menduakan Anda, itu mungkin bukan hanya karena Anda adalah orang yang pencemburu. Menurut sebuah penelitian baru, orang yang mudah cemburu cenderung lebih mampu mendeteksi perselingkuhan pasangannya.

Dalam sebuah studi tahun 2022 seperti yang dikutip Psychological Today, individu yang mendapat skor lebih tinggi dalam kecemburuan, khususnya kecemburuan romantis, lebih mungkin mendeteksi jika pasangan mereka selingkuh.

"Ada banyak alasan mengapa orang yang cemburu lebih cenderung menemukan perselingkuhan, sebagian besar terkait dengan perilaku yang dilakukan oleh orang yang cemburu," kata Ellie Borden, direktur klinis Mind by Design kepada Best Life.

Menurut Borden, mereka yang cemburu lebih cenderung skeptis terhadap pasangannya, kurang percaya, dan akan sering berasumsi bahwa pasangannya sedang berselingkuh meskipun sebenarnya tidak.

Atas rasa cemburu inilah mereka akan mencari bukti dan lebih mungkin mengungkap perselingkuhan pasangannya, dibandingkan dengan seseorang yang lebih percaya dan terbuka.

Dalam studi tahun 2022 yang dilakukan oleh Apostolou dan Antonopoulou, para peneliti merekrut lebih dari 900 peserta dari Republik Siprus melalui media sosial. Usia rata-rata mereka adalah 32 tahun untuk wanita dan 35 tahun untuk pria. Sebagian besar peserta (56 persen) sedang menjalin hubungan atau menikah, sementara 38 persen lajang, dan 6 persen menandai status mereka sebagai lainnya.

Senada, Jessica Miller dari PsycheMag mengatakan bahwa seseorang yang kurang mempercayai pasangannya cenderung lebih sadar akan keberadaan dan pola pasangannya sehari-hari.

"Orang yang sangat cemburu sangat sadar akan pasangannya dan mengamati setiap gerakan [mereka]," katanya.

Terlepas dari keuntungannya, para penulis penelitian menyoroti bahwa peningkatan rasa cemburu dapat merusak hubungan yang telah terjalin, di mana hal ini dapat menyebabkan peningkatan ketidaksetiaan dan mengarah pada peningkatan deteksi perselingkuhan dalam hubungan yang lebih cemburu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Olahraga
Liga Inggris: Arsenal Kalah...
Advertisement
WMO: El Nino Berpotensi Capai Rekor Terkuat Sejak 1950

WMO: El Nino Berpotensi Capai Rekor Terkuat Sejak 1950

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.