Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Digitalisasi Efisiensikan Biaya Operasional Bank Mandiri Rp12 Triliun

📅 Rabu, 01 Feb 2023, 16:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Digitalisasi Efisiensikan Biaya Operasional Bank Mandiri Rp12 Triliun Doc: istimewa
Ket. Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Darmawan Junaidi (tengah) dalam Konpers Mandiri Investment Forum 2023 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (1/2/2023)

Jakarta - Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Darmawan Junaidi memperkirakan penggunaan teknologi digital membuat biaya operasional bisa diefisiensikan hingga Rp12 triliun pada 2023.

"Dengan kita mengedepankan teknologi untuk layanan di kantor cabang secara operasional itu banyak sekali menurunkan operating cost kami. Kira-kira di tahun 2023, dengan digitalisasi, ada sekitar Rp12 triliun," kata Darmawan dalam Konferensi Pers Mandiri Investment Forum (MIF) 2023 di Jakarta, Rabu (1/2).

Dengan peluncuran aplikasi Livin' dan Kopra, biaya-biaya operasional yang cukup tinggi bisa ditekan menjadi lebih rendah. Di samping itu, kedua aplikasi ini juga menarik nasabah setia untuk menempatkan dana mereka di Bank Mandiri.

"Digitalisasi mendorong Bank Mandiri memilikioperational expenditureyang jauh lebih baik. Kalau kita lihat, secaracost of fundkamiterus bisamaintaintidak terlalu tinggi," katanya.

Ia menyebutkan saat ini, dilihat dari penggunaan layanan tabungan, Livin' by Mandiri yang difokuskan untuk melayani nasabah ritel memiliki 16 juta pengguna aktif bulanan dengan total transaksi tahunan mencapai sekitar Rp2.100 triliun pada 2022.

Kebanyakan nasabah menempatkan dana tabungan di Livin' agar dapat digunakan untuk berbagai transaksi.

Dengan digitalisasi ini, ia mengatakan volume bisnis Bank Mandiri secara top line terus bertumbuh, salah satunya tampak dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang bertumbuh 15,46 persen secara tahunan pada 2022.

Selain itu,cost of creditjuga dapat ditekan sehingga Bank Mandiri dapat menjaga portofolio kreditnya agar tetap sehat.

"Cosr of kredit mencapai level terendah di 2022 dan ini faktor pertumbuhan bisnis tidak dengan strategi pricing yang tinggi, tapi lebih kepada solusi kemudahan dan kecepatan dengan digitalisasi yang menghasilkan efisiensi," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.