Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Korsel Masih Bermasker Pada Hari Pertama Pencabutan Aturan

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 00:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Korsel Masih Bermasker Pada Hari Pertama Pencabutan Aturan Doc: ANTARA/Xinhua/Wang Yiliang
Ket. Ilustrasi - Para penampil dalam balutan pakaian tradisional Korea atau hanbok terlihat di depan sebuah hanok di Samcheonggak, Seoul, Korea Selatan, Senin (27/6/2022).

Seoul - Sebagian besar masyarakat yang berada di kafe, kantor, dan sekolah di Korea Selatan tetap memakai masker pada Senin, yaitu hari pertama pencabutan kewajiban mengenakan masker di dalam ruangan.

Mulai tengah malam, setelah lebih dari dua tahun, pemerintah mencabut sebagian besar aturan wajib mengenakan masker di dalam ruangan, kecuali di rumah sakit, apotek, dan transportasi umum.

Penghapusan pembatasan pandemi terakhir yang tersisa itu dilakukan karena jumlah kasus harian di negara itu terus menurun.

Pada Senin, Korsel melaporkan 7.416 kasus baru COVID-19, tingkat terendah dalam tujuh bulan.

Seperti orang-orang lainnya, warga bernamaKim Yoo-jeong sangat senang kasus varian omicron terus menurun. Namun, ia tidak mau lengah dengan perkembangan itu.

"Saya yakin bahwa pemerintah memutuskan untuk merevisi aturan tersebut karena dapat mengelola situasi virus (COVID-19). Tapi saya masih ingin memakai masker demi diri saya sendiri," kata Kim.

Kim memberikan komentar itu saat dia mengantre menerima kopilattepesannya di sebuah toko Starbucks di distrik Seocho, Seoul.

Seperti hari sebelumnya, sebagian besar orang-orang masih bermasker di toko sambil mengantre, kecuali saat mereka makan atau minum.

Kebanyakan penumpang komuter tetap memakai masker di dalam area transportasi publik dan bahkan di luar pusat transportasi karena menganggap memakai masker sudah menjadi kebiasaan dan demi keamanan.

"Rasanya canggung melepas masker," kataChang Joong-won saat keluar dari pintu stasiun kereta bawah tanah (subway) di distrik Seocho, Seoul, untuk berangkat kerja.

"Masker sudah menjadi bagian dari diriku," tambah Chang.

Sekitar 30 orang yang menunggu kereta bawah tanah di Stasiun Dongdaemun Seouljuga tetap mengenakan masker.

"Ini tidaklah nyaman, tetapi aku akan terus memakainya karena pandemi COVID-19 belum berakhir," kata Kim Soo-oh.

Kalangan guru, murid, dan pegawai sekolah menyampaikan perasaan campur aduk soal pencabutan aturan wajib masker di sekolah, karena sebagian besar dari mereka memilih untuk mengenakannya saat kegiatan sekolah.

"Tidak ada yang langsung berubah, karena anak-anak terbiasa (memakai masker)," kata Park Soon-ae, ibu dua anak, saat mengantar kedua anaknya ke Sekolah Dasar Daerim di distrik Dongjak, Seoul.

Selama lebih dari 30 menit, hanya satu pelajar yang muncul di sekolah tanpa mengenakan masker.

"Pengumuman dikeluarkan untuk membawa masker atau bahkan mengenakannya ketika datang ke sekolah, karena situasi yang menuntut pemakaian masker mungkin muncul," kata Han Cheol-soo, seorang kepala sekolah.

Sementara itu, warga bernama Park Eun-hyeok yang sedang keluar lift Stasiun Dongmyo mengatakan ia tahu bahwa aturan wajib masker dicabut pada Senin.

Tetapi, ujarnya, ia tidak tahu bahwa pemakaian masker di dalam lift berubah menjadi imbauan.

Sebagian besar pegawai Bandara Internasional Jeju, yang berada di pulau wisata di selatan, tetap mengenakan masker.

"Kami merekomendasikan penggunaanmasker, tetapi keputusan diserahkan kepada masing-masing pegawai," kata petugas bandara, yangmeminta untuk tidak disebutkan namanya.

Ia menambahkan bahwa ia masih menunggu pedoman jelas mengenai aturan tersebut di tempat-tempat seperti apotek di dalam bandara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.