Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konsumsi Swasta Harus Didorong untuk Capai Target Pertumbuhan

📅 Jumat, 27 Jan 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Konsumsi Swasta Harus Didorong untuk Capai Target Pertumbuhan Doc: ISTIMEWA
Ket. PERRY WARJIYO Gubernur BI - Ekspor kita masih bagus, konsumsi dalam negeri dan investasi juga, selama ini investasi nonbangunan, tapi sekarang konstruksi berkembang.

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan jika konsumsi swasta domestik mampu dikelola dengan baik, hal itu akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke level 5 persen pada 2023, meskipun ada tantangan perlambatan ekonomi dunia dan risiko resesi global.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam BI Annual Investment Forum 2023 yang dipantau dalam jaringan di Jakarta, Kamis (26/1), mengatakan pertumbuhan ekonomi ke depan dapat berlanjut jika didukung peningkatan kinerja ekspor, konsumsi dalam negeri, dan investasi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 diperkirakan berada di kisaran 4,5-5,3 persen, sementara pada 2024, pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,7-5,5 persen.

"Ekspor kita masih bagus, konsumsi dalam negeri dan investasi juga, selama ini investasi nonbangunan, tapi sekarang konstruksi berkembang," papar Perry.

Pertumbuhan ekonomi 5,2 persen pada 2024, jelas Perry, sangat mungkin tercapai jika permintaan domestik dan konsumsi swasta terus didorong. Begitu pula dengan kinerja ekspor yang baik dan investasi yang meningkat.

Hilirisasi SDA

Selain meningkatkan ekspor, investasi, dan konsumsi, faktor lain yang dapat mendongkrak perekonomian Indonesia adalah hilirisasi sumber daya alam (SDA) menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti mengoptimalkan nikel dalam pembuatan baterai lithium untuk keperluan kendaraan listrik.

"Kami terus mendorong tidak hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menurunkan neraca berjalan serta meningkatkan investasi asing langsung," kata Perry.

Tekan Inflasi

Secara terpisah, peneliti ekonomi CORE, Yusuf Rendi Manilet, mengatakan tantangan utama tahun ini adalah menjaga konsumsi swasta/rumah tangga dengan memastikan inflasi bisa ditekan lebih rendah.

"Inflasi ini bisa bermuara ke berbagai hal termasuk di dalamnya peningkatan jumlah penduduk miskin dan juga tertekannya daya beli sehingga untuk memastikan bahwa konsumsi rumah tangga bisa terjaga angka inflasi perlu didorong atau ditekan ke level yang lebih rendah," ungkapnya.

Pemerintah, jelasnya, juga perlu memperhatikan kebijakan fiskal agar lebih optimal dalam menopang atau memberikan insentif untuk daya beli masyarakat dan juga pelaku usaha.

Untuk insentif masyarakat sudah pasti bantuan sosial yang disalurkan di tahun ini akan memegang peran penting dan memastikan bagaimana kemudian bantuan sosial ini tepat sasaran.

Dihubungi dari Jakarta, pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, mengatakan bahwa konsumsi swasta bisa dipacu asal lapangan pekerjaan tercipta dengan upah yang tidak terganggu oleh inflasi tinggi dan juga gaji pegawai negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.