Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Flu Babi, Pemkab Kupang Ingatkan Warga Jaga Kebersihan Kandang

📅 Senin, 23 Jan 2023, 07:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Flu Babi, Pemkab Kupang Ingatkan Warga Jaga Kebersihan Kandang Doc: ANTARA/Benny Jahang
Ket. Ternak babi milik warga di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mati diduga terpapar virus flu Babi.

Kupang - Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur mengingatkan para peternak untuk menjaga kebersihan kandang Babi guna mencegah terjadinya penularan virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika yang telah ditemukan di daerah itu.

"Pencegahan penularan virus ASF hanya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang sehingga ternak Babi milik para peternak tetap sehat," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kesmavet Pengolahan dan Pemasaran drh Yosep A Paulus ketika dihubungi Antara di Kupang, Minggu.

Ia mengatakan kasus kematian ternak Babi secara sporadis terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Kupang sejak satu kasus virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika ditemukan di daerah itu.

Kasus kematian Babi di Kabupaten Kupang hingga saat ini sudah mencapai 75 ekor yang diduga terinfeksi virus flu babi.

Menurut dia kasus kematian ternak Babi yang terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Kupang Tengah hingga menembus puluhan ekor Babi yang mati diduga karena paparan virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Dia mengatakan para peternak agar memberikan pakan ternak Babi yang memiliki kandungan gizi yang tinggi guna memperkuat daya tahan tubuh Babi dari serangan penyakit.

"Apabila para peternak membutuhkan bantuan petugas kesehatan hewan agar segera menghubungi Dinas Peternakan atau Pos kesehatan hewan yang ada di Kabupaten Kupang," kata Yosep A Paulus.

Ia juga berharap para peternak untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara rutin semua kandang Babi yang ada guna membersihkan virus penyakit yang berpotensi terjadi penularan penyakit pada ternak Babi.

"Kami sampaikan untuk penyakit ASF belum ada obat, sehingga yang harus dilakukan melalui upaya pencegahan dengan rutin membersihkan kandang serta memberikan pakan yang berkualitas," tegas Yosep A Paulus.

Dia juga berharap apabila terdapat ternak Babi yang mati agar segera dikuburkan dan tidak diperbolehkan membuangnya di sungai atau tempat sampah karena dapat menularkan penyakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.