Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Unjuk Rasa di Peru Ricuh, Situs Machu Picchu Ditutup

📅 Minggu, 22 Jan 2023, 12:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Unjuk Rasa di Peru Ricuh, Situs Machu Picchu Ditutup Doc: Wikipedia
Ket. Wisata terkenalnya Machu Picchu ditutup menyusul gelombang unjuk rasa di Lima.

LIMA - Peru menutup situs wisata terkenalnya Machu Picchu Sabtu (21/1) ketika pihak berwenang mengusir pengunjuk rasa dari sebuah universitas Lima tempat mereka berlindung saat mereka melakukan demonstrasi antipemerintah tanpa henti di ibu kota.

Protes menuntut pengunduran diri Presiden Peru Dina Boluarte telah berlangsung sejak awal Desember, menyebabkan 46 orang tewas dan mendorong pemerintah memberlakukan keadaan darurat di daerah yang dilanda kekerasan.

Pihak berwenang mengumumkan pada Sabtu bahwa pengunjuk rasa lain telah meninggal setelah demonstrasi di selatan negara itu, dengan korban tiba sudah meninggal di sebuah rumah sakit di wilayah Puno.

Sebelum penutupan Machu Picchu, layanan kereta api ke lokasi tersebut telah dihentikan karena kerusakan jalur oleh para demonstran.

Sedikitnya 400 orang, termasuk 300 orang asing, terdampar di kaki situs, di kota Aguas Calientes, dan memohon untuk dievakuasi.

"Penutupan jaringan jalur Inca dan benteng Machu Picchu telah diperintahkan karena situasi sosial dan untuk menjaga keselamatan pengunjung," kata Kementerian Kebudayaan dalam pernyataan hari Sabtu.

Tidak Bisa Pergi

"Kami tidak tahu apakah kereta akan menjemput kami. Semua turis di sini mengantri untuk mendaftar" untuk evakuasi, turis Chili Alem Lopez mengatakan kepada Agence France-Presse pada hari Jumat.

Turis "tidak dapat pergi karena rel kereta api telah rusak di berbagai tempat," kata Menteri Pariwisata Luis Fernando Helguero."Beberapa turis memilih jalan kaki ke Piscacucho, tapi itu memakan waktu enam jam atau lebih dan sangat sedikit orang yang bisa melakukannya."

Piscacucho adalah desa terdekat dengan Machu Picchu yang dihubungkan oleh jalan raya.

Pada bulan Desember, beberapa ratus turis yang terlantar dievakuasi dari dekat lokasi.

Pariwisata sangat penting bagi perekonomian Peru, mewakili antara tiga hingga empat persen dari PDB negara tersebut.

Ditahan Polisi

Di Lima, di mana mobilisasi massa selama dua hari oleh para demonstran dari wilayah Andean yang miskin di negara itu baru saja berakhir, situasi tetap tegang pada hari Sabtu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

39 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.