Harga Beras Tangerang Raya Stabil

Kamis, 19 Jan 2023, 04:30 WIB

TANGERANG - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Tangerang memastikan harga cadangan beras pemerintah (CBP) stabil menjelang Tahun Baru Imlek 2574 tahun 2023.
"Kami terus menstabilkan harga beras di pasaran, khusus jenis beras medium CBP. Saat ini, kami menjual beras tersebut 8.300 rupiah per kilogram," kata Kepala Bulog Divisi Regional Tangerang, Nolly Desiyanti, Selasa.

Dia menyebutkan dalam memastikan kestabilan harga CBP, Bulog melakukan operasi pasar di sejumlah wilayah Tangerang Raya. "Nanti kami akan stabilkan harga di pasar Tangerang Raya, meliputi Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang," tuturnya. Dia menjelaskan jumlah cadangan beras masih 9.300 ton. "Beras impor belum disalurkan sama sekali, sebanyak 9.300 ton," tuturnya.

Ket. Foto: Ilustrasi-Pekerja saat mengangkat beras dari gudang Bulog — Sumber: HO/Antara

Nolly mengungkapkan, bulan Agustus hingga akhir Desember 2022, Bulog telah menggelontorkan 19 ton beras untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Tangerang Raya. Selama itu, lanjutnya, harga beras premium naik turun. Bulog saat ini menjual dengan harga 60 ribu per kima kilogram. "Kami memang hanya punya beras premium dalam kemasan per lima kilogram," ungkapnya.

Minyak dan KTP

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang menyebutkan bahwa sejumlah pangkalan resmi gas elpiji 3 kg belum mendapat pemberitahuan atau sosialisasi resmi dari pusat terkait pembelian gas menggunakan kartu tanda penduduk (KTP). "Baru Tangsel dan Kota Tangerang yang sudah diberlakukan pembelian gas 3 kg di pangkalan harus menggunakan KTP. Kabupaten Tangerang belum terima pemberitahuan resminya," kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperindag Kabupaten Tangerang, Iskandar Nordat, Rabu (18/1).

Menurut dia, pelaksanaan program pendistribusian gas elpiji bersubsidi ini merupakan kebijakan langsung dari pemerintah pusat dan Pertamina. Maka, pemerintah daerah tidak tahu kapan aturan atau uji coba penerapan pembelian elpiji 3 kg dengan KTP harus mulai diberlakukan.

"Mungkin melihat hasil uji coba Kota Tangerang dan Tangsel dulu, selanjutnya baru di Kabupaten Tangerang," katanya. Iskandar menyebutkan masih akan terus memantau secara berkala dengan melihat pelaksanaan di sejumlah daerah/kota yang sudah mempraktikkan uji coba aturan tersebut.

Selanjutnya, setelah dapat pemberitahuan resmi dari pusat, dia akan melanjutkan sosialisasi kepada 66 agen dan 1.983 pangkalan resmi Kabupaten Tangerang. "Nanti kalau sudah resmi, kita baru akan terapkan dan sosialisasikan ke pangkalan atau agen resmi," ujar dia.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) masih menguji coba pembelian elpiji 3 kilogram (kg) di lima kecamatan melalui sub penyalur atau pangkalan resmi menggunakan KTP. "Saat ini, kami masih uji coba di lima kecamatan," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting.

Adapun lima kecamatan tersebut adalah Kecamatan Cipondoh di Kota Tangerang, Kecamatan Ciputat Kota Tangsel, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Kecamatan Batu Ampar Kota Batam, dan Kecamatan Mataram di Kota Mataram.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.