• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Menkes Budi: Genom Sekuens...

Menkes Budi: Genom Sekuensing Kunci Pengendalian Pandemi

Rabu, 18 Jan 2023, 06:10 WIB

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengemukakan kunci pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia ada pada strategi mengenal jenis virus baru melalui metode pemeriksaan genom sekuensing dan memastikan kekebalan tubuh masyarakat lewat serosurvei antibodi.

"Pandemi Covid-19 saat ini di Indonesia sudah terkendali, karena sudah tahu musuhnya siapa dengan metode genom sekuensing," kata Menkes Budi dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda 2023 yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Selasa (17/1) siang.

Ket. Foto: — Sumber: kemkes.go.id

Saat kali pertama pandemi, kata Menkes Budi, Indonesia butuh 10 bulan untuk melakukan uji laboratorium terhadap 140 sampel genom sekuensing karena jumlah fasilitas pengujian yang terbatas pada kota besar di Pulau Jawa. Tapi sekarang, kata dia, uji genom sekuensing telah ditingkatkan hingga 8.000 sampel pengujian per bulan di fasilitas laboratorium yang tersebar di 12 kota di Indonesia.

Menkes mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 Varian Omicron di Tanah Air pada akhir 2022 bukan disebabkan mobilisasi masyarakat pada momentum libur Lebaran, Natal dan Tahun Baru, akan tetapi disebabkan varian baru jenis XBB maupun BQ.1.

"Kenaikan kasus pertama di 2020 awal, adalah varian Alpha, disusul Delta. Paling tinggi varian Omicron sampai 60.000 kasus per hari, tapi korban tidak sebanyak Delta," ungkap dia.

Menkes pun mengatakan bahwa di negara lain seperti Tiongkok dan Jepang, rata-rata kasus harian berkisar lebih dari 200.000 per hari karena varian XBB dan BQ.1 dan hal ini tidak berdampak hingga Indonesia.

"Di negara lain memang terjadi dua gelombang besar, yakni Omicron BA.4 dan BA.5 serta BQ.1 dan XBB. Indonesia naiknya (kasus) sedikit," kata dia.

Upaya mengenal varian virus baru pada situasi pandemi di Tanah Air, kata dia, didukung pemerintah melalui serangkaian strategi dalam menata kemampuan jejaring laboratorium mengenal virus baru yang secara rutin dievaluasi oleh Kemenkes.

Selain diidentifikasi varian virusnya, kata Menkes Budi, pemerintah juga perlu memastikan daya tahan tubuh masyarakat Indonesia terhadap risiko infeksi. "Indonesia satu dari beberapa negara di dunia yang mengukur kekuatan daya tahan masyarakat setiap enam bulan melalui metode serosurvei," kata dia.

Serosurvei antibodi pada Januari 2022, kata Menkes Budi, dilakukan terhadap 87 persen populasi Indonesia dengan hasil laporan antibodi yang dimiliki masih berkisar di level 400-an. "Enam bulan lalu sebelum Lebaran, diukur lagi, dan naik (kadar antibodi) jadi 2.000-an pada 99,5 persen orang," tutur dia.

Menkes pun mengemukakan, daya tahan tubuh masyarakat ibarat sistem pertahanan rakyat semesta dalam menghadapi gempuran Covid-19. "Jadi kalau ada masuk varian baru, tetap gelombangnya kecil," kata dia.

Pihaknya menargetkan, laporan serosurvei ketiga 2023 yang melibatkan tim survei dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia akan keluar dalam waktu satu atau dua pekan ke depan.

"Daya tahan masyarakat kita hingga saat ini masih tinggi, buktinya dua kali gelombang tidak naik," pungkas Menkes Budi Gunadi Sadikin. Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.