- Home
-
- Megapolitan
-
- Para Pelajar SMK Deklarasi...
Para Pelajar SMK Deklarasi Antitawuran
Selasa, 17 Jan 2023, 04:55 WIBTANGERANG - Ratusan pelajar, perwakilan dari seluruh sekolah menengah kejuruan (SMK) Kabupaten Tangerang, menggelar deklarasi damai antitawuran dan kekerasan. Deklarasi dilaksanakan di SMK Yapisda Cisoka, Senin (16/1).
Kegiatan tersebut disaksikan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, bersama Kajati Banten Leonard Eben Ezer, Kajari Tangerang Nova Elida Saragih, Kadindik Provinsi Banten Tabrani, dan Kadindik Kabupaten Tangerang Dadan Suganda. "Dengan adanya deklarasi, semoga para siswa-siswi khususnya SMK tidak lagi konflik-konflik di jalanan, tawuran, dan kekerasan antarpelajar," ucap Zaki.
Dia menyampaikan dengan deklarasi damai diharapkan para pelajar Tangerang tidak ikut dan terlibat tindak pidana umum atau kekerasan. Aparat penegak hukum seperti Kejaksaan tidak akan segan-segan melakukan proses hukum lebih lanjut apabila pelajar terbukti melanggar tindak pidana umum.
"Jadi, jangan sampai aksi kekerasan antarpelajar terulang. Andai ditemukan lagi akan diberi sanksi berat," ujar Zaki. Sementara itu, Kajati Provinsi Banten, Leonard Eber Ezer Simanjuntak mengapresiasi kegiatan para pelajar dengan deklarasi antitawuran tersebut. "Aksi tawuran yang belakangan marak sangat mengkhawatirkan, khususnya orang tua. Maka dari itu harus dipantau dan," tuturnya.
Leonard mengingatkan kepada siswa-siswi untuk selalu berpedoman kepada Janji Siswa yang sering di ucapkan saat upacara bendera hari Senin. Jangan melakukan hal hal yang merugikan diri sendiri.
"Saya berharap para siswa bisa memenuhi janji yang telah disepakati ini," harap dia.
Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang menjaring 20 pelajar yang kedapatan bolos sekolah dalam razia. "Total ada 20 pelajar yang ditertibkan. Mereka bolos dengan alasan terlambat tiba di sekolah dan berbohong kepada orang tuanya," kataKepala Satpol PP Kabupaten TangerangFachrul Rozi.
Menurut dia, pelajar yang terjaring razia berasal dari beberapa sekolah menengah kejuruan. Pelajar yang terjaring dibawa ke kantor Satpol PP untuk menjalani pembinaan sebelum diserahkan ke sekolah. "Untuk memberi efek jera, mereka diberi hukuman ringan berupa push-up. Setelah itu, guru mereka juga kami panggil. Jadi, pihak sekolah juga bisa memberikan pembinaan lanjutan," ujarnya.
Para pelajar yang terjaring diharapkan sadar bahwa membolos sekolah tidak baik. Mereka harus memikirkan kasih sayang orang tuanya. Fachrul mengatakan bahwa siswa-siswa yang terjaring razia bila tertangkap lagi akan dikumpulkan di Kantor Satpol PP. Orang tua mereka akan dipanggil. Mereka harus membuat surat pernyataan sebelum diizinkan pulang.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
HET MINYAKITA Tetap Rp15.700 per Liter, Mendag Kebut Distribusi Lewat Bulog dan ID FOOD
-
Aston Villa Terinspirasi Kejayaan Masa Lalu demi Misi Juara Liga Europa
-
Taktik Timnas Indonesia Racikan Herdman Diuji saat Kontra St. Kitts & Nevis di FIFA Series
-
Simulasi Pengamanan Mako Digelar, Polda Bali Perkuat Kesiapan Hadapi Ancaman
-
Pendekatan Terintegrasi Jadi Kunci Peningkatan Kualitas Layanan Ortopedi Nasional
-
Ahli Sebut Protein Penting untuk Energi dan Kekuatan Harian
-
Ratusan Wanita dan Anak-anak yang Diculik Kelompok Boko Haram Dibebaskan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.