Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Megawati Pertanyakan Soal Etika Profesionalisme Media Massa di Indonesia

📅 Senin, 16 Jan 2023, 18:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Megawati Pertanyakan Soal Etika Profesionalisme Media Massa di Indonesia Doc: istimewa
Ket. Megawati Soekarnoputri

Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berbicara soal etika dan profesionalisme media massa di Indonesia saat kegiatan di Bali bersama Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menteri BUMN Erick Thohir."Kalau kemarin saya seperti dicap oleh media, yang ngomong wah Ibu Megawati mengeluarkan sepertinya menunjukkan kekuatannya. Saya memang kuat lho," kata Megawati dalam keterangannya diterima di Jakarta Senin (16/1).

Megawati menyampaikanitu ketika memberikan pengarahan dalam acara Peresmian "Renovasi dan Revitalisasi Grand Inna Bali Beach", "Penjelasan dan Presentasi Pembangunan Rumah Sakit Mayo", serta "Kebun Tanaman Obat", di Bali, Senin.

Topik profesionalisme media massa dan awak pers berkali-kali disinggung Megawati, tak sampai seminggu sejak PDIP merayakan HUT Ke-50 di Kemayoran, pada 10 Januari 2023.

Megawati merasa soal media massa yang profesional perlu diperhatikan dengan mendasarkan pada pemberitaan terkait HUT. Menurut dia, ada media massa yang mempermasalahkan perayaan itu seakan-akan PDIP sedang menunjukkan kekuasaan di depan Presiden Joko Widodo.

"Kadang wartawan saya bacain koran-korannyakarena banyak wartawan, saya mau ngomong dong, masa saya dibilang (mau menunjukkan kekuatan). Tolong adik-adik wartawan ngerti politik juga ya. Partai politik saya ini kan memang terbesar di Indonesia, gimana sih, jangan dibolak-balik dongkarena kami semua kerja keras," katanya.

Dia mencontohkan kerja keras yang dimaksud, seperti bagaimana "memerahkan" Bali pada Pemilu 2024 sehinggabukan klaim semata, tapi hanya menunjukkan kerja keras PDIP.

"Nanti 2024 seluruh Bali kita ambil, sanggup nggak. Sanggup. Kadang-kadang deh yang namanya wartawan-wartawati, jangan 'ngompor-ngomporin' orang, kerja sama aja yang baik. Saya enggak pernah 'ngomporin', diam-diam saja, kerja saja," kata Megawati.
Megawati mengatakan dirinya bukan hendak meminta pujian dari media massa. Menurut Mega, yang diharapkan adalah kerja pers seharusnya dilaksanakan sesuai etika dan berbasis perspektif yang luas.

Sebagai contoh, menurutnya, sebelum menilai seorang Megawatiseharusnya wartawan terlebih dahulu melakukan riset dan pendalaman atas dirinya, bagaimana misalnya Megawati pernah membawa Indonesia keluar dari ancaman krisis ekonomi dunia.

"Waktu itu posisi saya wapres, Indonesia kena kredit macet triliunan rupiah. Sampai aku bilang, Gusti Allah ngapain gua kalau dapat rezeki, rezekinya kayak ginian? Dan itu harus melalui hukum. Makanya wartawan buka-buka (informasi). Kemarin pidato saya katanya sombong," ucapnya.

Padahal, menurut dia, sebenarnya hal itu karena ditanyakan CNBC, pengamat ekonomi politik. Mereka mau memberikan penghargaan, dan malah Megawati menanyakan balik mengapa dirinya harus diberi penghargaan.

Menurut Megawati, dirinya tidak mau mendapatkan penghargaan yang diberikan begitu saja. Menurut dia, yang membicarakan keberhasilanmenyelesaikan krisis pun bukan dirinya sendiri tetapi para pengamat ekonomi politik luar negeri dan Chairul Tanjung.

"Siapa yang ngomong gitu? Pak Chairul Tanjung. Supaya kalau tahu, tanya Pak Chairul Tanjung. Itu namanya kode etik jurnalistik, para wartawan yang saya sayangi. Jangan selalu pernyataan saya dipotong, di-'bully'," kata Megawati.

Dia mengingatkan agar jangan seenaknya membuat konten berita hanya karena ingin banyak pembaca tapi mengabaikan soal etika dan profesionalisme.

"Saya suka kesal, kesempatan ngomong sama wartawan. Di Bali, hati-hati ya, nggak ada yang nggak 'ngebelain gua'. Ibu Mega bukan provokator, Ibu Mega nggak 'ngancem. Ini terbuka, 'fair'. Jangan enak-enak untuk melariskan (berita), kami di-'bully' nggak jelas," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...

Jeda Internasional Dimanfaatkan PSIM untuk Berbenah Diri

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.