Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Media Asing Soroti Persidangan Tragedi Kanjuruhan

📅 Senin, 16 Jan 2023, 16:18 WIB | Oleh:
Media Asing Soroti Persidangan Tragedi Kanjuruhan Doc: REUTERS/Willy Kurniawan
Ket. Konsisi stadion Kanjuruhan pasca tragedi memilukan yang tewaskan 135 orang.

Media asing Reuters menyoroti persidangan terhadap segelintir petugas polisi dan penyelenggara pertandingan sepak bola atas tuduhan kelalaian dalam Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022.

Salah satu insiden stadion sepak bola paling mematikan di dunia yang menewaskan 135 orang di di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, memicu pertanyaan tentang ketentuan keselamatan dan penggunaan gas air di dalam stasion mata yang dilarang induk organisasi sepak bola di dunia (FIFA).

"Pengadilan pada hari Senin memulai persidangan segelintir petugas polisi dan penyelenggara pertandingan sepak bola atas tuduhan kelalaian pidana atas peran mereka dalam salah satu penyerbuan stadion sepak bola paling mematikan di dunia di Jawa Oktober lalu," tulis Reuters.

Outlet berita asal Inggris itu juga menyoroti pengakuan penyelenggara pertandingan, yang mengaku tidak bersalah atas kerusuhan yang terjadi usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

"Kalau ada kelalaian seharusnya polisi yang menembakkan gas air mata, bukan kami," kata Sudarman, sang pengacara penyelenggara pertandingan dari Arema FC.

Diketahui, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), yang melakukan penyelidikan atas penyerbuan November lalu, menemukan polisi menembakkan 45 butir gas air mata ke kerumunan di akhir pertandingan.

Tindakan inilah yang diyakini menyebabkan kepanikan yang berujung pada kematian ratusan suporter sepak bola.

"Penyelidik menyimpulkan bahwa penggunaan gas air mata yang berlebihan dan sembarangan adalah pemicu utama di balik penghancuran yang mematikan itu," tulis Reuters.

Komnas HAM juga menyatakan jumlah korban tewas dalam Tragedi Kanjuruhan diperburuk dengan jumlah penonton yang melebihi kapasitas dan kegagalan menerapkan prosedur keselamatan dengan benar.

Setelah kejadian tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa semua pertandingan liga sepak bola akan dihentikan. Sementara Stadion Kanjuruhan akan dibongkar dan dibangun kembali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Harga Mobil BBM hingga List...
Luar Negeri
Kanada Yakin Badai Perang D...
Luar Negeri
Visa Ditolak AS, Presiden S...
Megapolitan
MUI Tangerang Raih Sertifik...

Mesir Pasang Badan Amankan Laut Merah

38 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Mesir Pasang Badan Amankan ...
Advertisement
Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000   

Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.