Covid-19 Menjadi Tantangan RI Membangun SDM

Sabtu, 14 Jan 2023, 00:01 WIB

JAKARTA - Dampak buruk dari infeksi Covid-19 menjadi tantangan baru bagi Indonesia untuk membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Covid-19 bisa memperburuk kualitas SDM, terutama dalam 10 tahun ke depan karena bisa merusak fungsi organ-organ di dalam tubuh.

"Bicara dampak dari Covid-19 ini bukan bicara tentang kematian atau keparahan lagi, tapi ini bicara tentang potensi penurunan kualitas SDM," kata epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat (13/1).

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: Covid19.go.id

Dicky menuturkan virus dapat bertahan lama dalam tubuh sehingga menyebabkan seseorang terkena long Covid-19. Meski tidak mengalami keparahan atau meninggal dunia, long Covid-19 dan hadirnya varian XBB dapat membuat tubuh lebih mudah lelah dan sakit-sakitan. Bahkan, dalam kasus XBB 1.5, diketahui bisa memunculkan penyakit sistemik dan infeksi kronik yang disertai dengan penurunan imunitas.

"Kalau itu terjadi, akan menjadi kesalahan sejarah dan tanggung jawab moral kita. Kita harus pertimbangkan betul mana yang terbaik. Apa yang kita miliki saat ini akan jauh lebih baik, tapi tidak menjamin adanya modal imunitas itu akan bertahan dan melindungi dari lonjakan kasus lainnya," kata Dicky.

Apalagi, Indonesia mempunyai kerumitan tersendiri karena besarnya jumlah penduduk dan letak geografis yang amat luas. Hal lain yang harus diwaspadai adalah bergesernya pandemi ke arah hiperedemik.

"Kita tidak hanya bisa bergantung pada keberhasilan sebuah upaya yang dilakukan manusianya saja, baik yang dilakukan melalui 3T, 3M, dan vaksinasi, tapi juga ada faktor dari virus itu sendiri yang juga akan menentukan, bahkan mungkin paling menentukan seberapa cepat dia bermutasi atau seperti apa karakternya," ujar dia.

Tidak Boleh Abai

Menurutnya, pemerintah tidak boleh bersikap abai dalam menentukan kebijakan. Di saat negara lain melonggarkan atau mulai abai, diharapkan pemerintah Indonesia tetap tegas dalam menggaungkan pentingnya hidup bersih, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga melakukan vaksinasi.

Namun, semua itu hanya dapat terwujud jika pemerintah dan masyarakat berhasil menyatukan pemahaman virus akan terus berkembang, selemah apa pun sifatnya dan akan terus memiliki potensi yang berbahaya.

Dicky menyatakan perubahan perilaku tidak bisa dibawa pemerintah ke ranah politik atau ekonomi. Terkait pemakaian masker misalnya, sudah semestinya pemerintah tidak mengatakan hal yang bertentangan dengan sains seperti tidak perlu menggunakan masker karena kondisi terkendali.

Hal itu disebabkan tingkat pendidikan masyarakat yang mayoritas hanya mencapai jenjang SMP/sederajat dan dikhawatirkan akan meningkatkan potensi berbahaya jika dipersepsikan berbeda di kemudian hari.

"Kita ambil paling penting, yang paling memiliki risiko lebih kecil. Tapi, yang selalu jadi masalah pemerintah adalah strategi komunikasi risiko. Di awal sudah bilang, benar jika masker harus terus dipakai dan ini seharusnya yang terus dijadikan rujukan," kata Dicky yang juga pakar Keamanan dan Ketahanan Kesehatan Global itu.

Dicky menilai larangan masuk kepada sebuah negara lain ke Indonesia bukan cara yang tepat dalam menghadapi Covid-19.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.