Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gus Yahya: NU Tidak Terlibat Politik Identitas dalam Pilpres 2024

📅 Rabu, 11 Jan 2023, 15:49 WIB | Oleh:
Gus Yahya: NU Tidak Terlibat Politik Identitas dalam Pilpres 2024 Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
Ket. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, di Surabaya, Rabu (11/1).

SURABAYA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, pada Rabu (11/11) menegaskan bahwa NU tidak akan terlibat dalam politik identitas pada ajang pemilihan presiden 2024.

"Pokoknya saya tegaskan tidak ada calon presiden atau wakil Presiden atas nama NU. Tidak ada sama sekali, supaya jelas posisioning NU mencegah politik identitas," ujarnya di Surabaya.

Pria yang kerap dipanggil Gus Yahya ini menjelaskan, telah menjadi komitmennya sejak awal untuk tidak melibatkan NU ke dalam arus perpolitikan pada Pemilu.

"Komitmen sejak terpilih menjadi Ketum, tidak ingin PBNU ambil bagian dalam kompetisi. Namun berada di posisi netral atau tengah," ungkapnya.

Dia mengatakan, jika ada tokoh NU yang ikut terlibat dalam kontestasi Pemilu 2024, itu adalah keinginan dari tokoh itu sendiri, bukan berasal atas kesepakatan internal di PBNU.

"Ada yang tanya gimana kalau Bu Khofifah, kalau Yaqut, pokoknya tidak ada atas nama NU. Kalau ada capres yang orang NU itu atas nama kredibilitasnya sendiri bukan atas nama NU. Atas nama track recordnya sendiri, atas nama kinerjanya, prestasinya sendiri tidak atas nama NU," ungkapnya.

Gus Yahya menjelaskan, saat ini yang harus dilakukan oleh segenap pihak adalah mempertahankan suasana yang aman, stabil, harmonis di tengah masyarakat.
Dia juga berharap, partai politik turut menjaga suasana harmonis di tengah masyarakat. Sehingga tidak membangun desain politik yang berpotensi merugikan masyarakat.

"Kami berharap, mohon berpikir tentang kesalamatan masyarakat. Mohon, dengan cara berupaya game design dengan cara membangun rancangan permainan yang tidak berbahaya bagi masyarakat," ungkap dia.

Pada kesempatan itu, Gus Yahya juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga di sekitar Surabaya dan Sidoarjo atas keramaian dalam Peringatan Satu Abad NU yang akanvdigelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pada 7 Februari 2023. Kegiatan itu direncanakan bakal dihadiri satu juta orang mulai dari kader, pejabat hingga masyarakat umum.

"Mohon maaf kepada masyarakat Surabaya, Sidoarjo, dan mungkin lebih luas lagi yang akan terdampak pada saat kami nanti menyelenggarakan resepsi besar peringatan Harlah Satu Abad NU," ujarnya.

Dia mengatakan, kegiatan itu menjadi simbol kebangkitan baru menuju Abad Kedua NU, dengan membawa tiga momentum dasar yakni spiritual, organisasi dan kultural.

"Kami mengajak masyarakat ikut serta, karena pada akhirnya NU ini bisa hadir diterima, bekerjasama dengan semua orang, bukan hanya warga NU saja tetapi seluruh bangsa," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Luar Negeri
Kemlu RI Pantau Keamanan WN...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.