Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Kreatif, Kecamatan Cikakak Dijadikan Pusat Durian Unggul Kabupaten Sukabumi

📅 Selasa, 10 Jan 2023, 07:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terobosan Kreatif, Kecamatan Cikakak Dijadikan Pusat Durian Unggul Kabupaten Sukabumi Doc: Antara/HO/Humas Pemkab Sukabumi
Ket. Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat menunjukan salah satu varietas durian unggul asal Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jabar.

Sukabumi - Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dijadikan sebagai daerah pusat durian lokal unggul Sukabumi karena merupakan kecamatan penghasil varietas durian unggul.

"Durian dari Kecamatan Cikakak mempunyai kekhasan tersendiri dibandingkan dengan daerah lain mulai dari rasa, daging hingga aroma," kata Camat Cikakak Dadang Ramdani di Sukabumi pada Senin, (9/1).

Menurut Dadang, durian dari Kecamatan Cikakak selalu diburu oleh para pecinta durian baik dalam maupun luar Sukabumi, bahkan saat panen sudah banyak konsumen yang berebut ingin mendapatkannya.

Tentunya keberadaan durian ini menjadi aset bagi warga untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Kecamatan Cikakak memiliki sembilan desa yakni Desa Cimaja, Cikakak, Ridogalih, Margalaksana, Sirnarasa, Cileungsing, Sukamaju, Cirendang dan Gandasoli.

Masing-masing desa memiliki varietas durian unggul antara lain Matahari, Sibo, Sri Sultan Vanessa, Sigandaria, Musangking.dan lain sebagainya yang dikelola serta dikembangkan oleh beberapa kelompok tani (poktan).

Namun, varietas durian yang paling unggul adalah Sigandaria karena hanya tumbuh di Desa Sukamaju dan memiliki kelebihan serta rasa yang berbeda dengan durian unggulan lainnya.

Ketenaran durian dari Kecamatan Cikakak melejit setelah Pemkab Sukabumi menggelar Festival Buah Lokal Kabupaten Sukabumi pada 2019 lalu sehingga sampai saat menjadi incaran atau buruan para pecinta maupun pengusaha durian dari berbagai daerah.

Dengan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan, sehingga masyarakat di Kecamatan Cikakak saat ini banyak yang tertarik menanam durian karena memiliki nilai jual yang tinggi.

"Ke depan kami ingin menjadikan Kecamatan Cikakak sebagai lokasi edukasi wisata (eduwisata) durian dan diyakini bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan," tambahnya.

Di tengah kesuksesan para poktan menghasilkan durian varietas unggul, Dadang tetap mengimbau kepada warga khususnya petani agar jangan puas dengan hasil saat ini, tetapi harus bisa berinovasi untuk menciptakan varian baru serta mengembangkan dunia bisnis durian ini agar nilai jualnya terus bertambah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.