Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasukan Keamanan Brazil Tangkap 300 Orang Pendukung Mantan Presiden Bolsonaro

📅 Selasa, 10 Jan 2023, 12:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasukan Keamanan Brazil Tangkap 300 Orang Pendukung Mantan Presiden Bolsonaro Doc: Anadolu
Ket. Pendukung mantan Presiden Brazil Bolsonaro menyerbu gedung Mahkamah Agung, Kongres, dan Istana Kepresidenan.

BUENOS AIRES - Pasukan keamanan di Brazil menguasai kembali gedung Kongres Nasional pada Minggu (8/1) dan menangkap 300 orang setelah ratusan pendukung mantan Presiden Jair Bolsonaro menyerbu gedung itu.

"Sudah ada 300 orang yang ditangkap dalam operasi hari ini. Penyelidikan sedang berlangsung sampai anggota terakhir teridentifikasi," kata Polisi Sipil Distrik Federal (PCDF) melalui Twitter, seperti dikutip Anadolu.

Sementara itu, Mahkamah Agung Brazil telah memutuskan untuk mencopot Gubernur Distrik Federal Ibaneis Rocha dari jabatannya selama tiga bulan setelah kerusuhan di gedung-gedung pemerintah di Brasilia.

Sebelumnya Sekretaris Keamanan Distrik Federal Anderson Torres yang juga mantan menteri kehakiman di bawah pemerintahan Bolsonaro telah dipecat.

Sementara itu dalam cuitan di meda sosial, Bolsonaro bersikeras bahwa demonstrasi damai dalam bentuk undang-undang, adalah bagian dari demokrasi. Namun, penghancuran dan invasi ke gedung-gedung publik seperti yang terjadi hari ini, serta yang dilakukan oleh kaum kiri pada 2013 dan 2017 tidak ada dalam peraturan.

Bolsonaro, yang meninggalkan negara itu dua hari sebelum pelantikan Luiz Inacio Lula da Silva pada 1 Januari untuk masa jabatan ketiga sebagai presiden Brazil menulis via Twitter bahwa "sepanjang mandat saya, saya selalu (beroperasi) dalam empat baris Konstitusi, menghormati dan membela hukum, demokrasi, transparansi, dan kebebasan suci kita."

Bolsonaro juga menolak tuduhan tanpa bukti yang dikaitkan dengannya oleh kepala eksekutif Brazil saat ini.

Pernyataannya itu menyusul komentar Lula pada Minggu sebelumnya saat konferensi pers di mana dia menuduh bahwa politisi sayap kanan telah mendorong tindakan seperti itu dalam sejumlah pidatonya.

Setelah kemenangan pemilihan Lula Oktober lalu, para pendukung Bolsonaro melalukan aksi protes serta memblokir jalan raya di seluruh negeri dan mendorong militer untuk campur tangan terhadap pemimpin sayap kiri itu.

Menjelang pemungutan suara, Bolsonaro juga meragukan apakah dia akan menghormati hasil pemilu, menimbulkan kekhawatiran tentang sistem pemungutan suara elektronik Brasil tanpa memberikan bukti.

Pada Minggu, pendukung Bolsonaro berhasil menyerbu dan menggeledah tiga gedung pemerintahan di ibu kota Brasilia - Istana Planalto, atau kantor Presiden, Kongres, dan Mahkamah Agung Federal - sampai akhirnya mereka ditahan oleh pasukan keamanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.