Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mainan Lato-Lato Bisa Mengurangi Kecanduan Anak Terhadap Gadget

📅 Senin, 09 Jan 2023, 20:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mainan Lato-Lato Bisa Mengurangi Kecanduan Anak Terhadap Gadget Doc: istimewa
Ket. Lato-lato

Bandung, Jawa Barat - Mainan lato-lato atau click-clack ball yang sedang populer di kalangan anak-anak dapat memberikan peluang bagi orang tua untuk mengurangi kecanduan anak terhadap gadget, kata pakar sosiologi Universitas Padjadjaran Dr. Hery Wibowo telah berkata.

"Ini adalah kesempatan untuk membangun interaksi sosial di antara Generasi Z yang sering disebut sebagai generasi alien karena mereka lebih suka menyendiri dan generasi yang malas (malas)," kata Wibowo di Jakarta, Senin.

Dengan bermain lato-lato bersama teman-temannya, anak dapat mengembangkan interaksi sosial satu sama lain dan menghindari efek negatif dari terlalu banyak menghabiskan waktu di gadget.

Selain itu, lato-lato dapat menumbuhkan pola pikir yang baik pada anak tentang hubungan antara proses dan kesuksesan, jelasnya. Dengan sabar belajar bermain lato-lato, anak bisa belajar bahwa butuh proses panjang untuk mencapai kesuksesan.

"Dengan menekankan bahwa proses itu penting, tidak ada kesuksesan yang instan, dan berlatihlah yang akan membawa hasil," ujarnya.

Menurutnya, anak-anak bisa mencoba memamerkan kemampuannya di depan teman-temannya dengan lato-lato, yang bisa menjadi cara positif untuk membangun rasa percaya diri.

Sementara itu, orang tua bisa memuji anak yang memamerkan kemampuan lato-latonya.

"Bisa menjadi quality time antara anak dan orang tua, juga sebagai sarana untuk memahami nilai-nilai positif dan cara orang tua untuk memuji kelebihan anak sehingga merasa lebih berharga. Ini penting untuk tumbuh kembangnya," jelasnya.

Meski begitu, lato-lato bisa berdampak negatif jika anak dan orang tua gagal mengatur waktu bermain dan bisa menimbulkan rasa percaya diri yang rendah jika tidak dimainkan dengan cara yang benar, ungkapnya.

"Dibutuhkan fokus dan konsentrasi penuh dalam bermain (lato-lato) agar tidak membahayakan pemain dan teman-teman sekitar," tambah Wibowo.

Karena kepopulerannya, lato-lato telah menjadi mainan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Baru-baru ini, hal itu membawa keuntungan ekonomi bagi penjual mainan.

Yusuf, seorang pedagang asal Pandeglang, Banten, mengatakan, setiap hari ia berhasil menjual 30 potong lato-lato, masing-masing seharga Rp10 ribu-Rp15 ribu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.