Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Titanic' Versi Nazi, Film Propaganda Termahal yang Berujung Tragedi

📅 Minggu, 08 Jan 2023, 14:40 WIB | Oleh:
“Titanic' Versi Nazi, Film Propaganda Termahal yang Berujung Tragedi Doc: BBC/Getty Images
Ket. Poster film Titanic versi Nazi pada 1943

LONDON - Tenggelamnya kapal Titanic adalah tema yang populer dalam film. Siapa bisa lupa film peraih sejumlah Piala Oscar yang dibintangi Leonardo Di Caprio dan Kate Winslet pada 1997? Namun, 80 tahun yang lalu, tragedi di laut itu juga menginspirasi sebuah film propaganda Nazi yang belum pernah ditonton oleh kebanyakan orang - dan juga menampilkan sebuah kapal yang bernasib sama seperti Titanic.

Pada awal 1942, masa kejayaan SS Cap Arcona sudah lewat. Kapal berjuluk "Ratu Atlantik Selatan" ini dulunya adalah kapal paling megah dan paling mewah, tapi belakangan teronggok berkarat di salah satu pangkalan Angkatan Laut Nazi di Laut Baltik.

Dua tahun sebelumnya, kapal itu disita oleh Nazi, dilucuti berbagai perlengkapan mewahnya, dan diubah menjadi barak bagi para kelasi.

Namun, pada 1942, Cap Arcona ditarik dari masa pensiunnya dan ditempatkan di bawah lampu sorot. Karena desainnya amat mirip dengan RMS Titanic, kapal tersebut mendapat peran utama dalam film produksi Nazi tentang tragedi terkenal di lautan itu.

Tenggelamnya kapal Titanic bukanlah topik baru, bahkan pada masa itu. Film pertama tentang tragedi Titanic telah diangkat ke layar lebar sejak 1912, tahun ketika kapal itu tenggelam di Samudera Atlantik Utara pada pelayaran perdananya.

Tetapi Joseph Goebbels, menteri propaganda Hitler, menemukan naskah dengan pandangan yang sangat berbeda tentang peristiwa tersebut. Dia ingin menggambarkan tragedi itu sebagai akibat dari keserakahan Inggris-Amerika.

"Goebbels dan Nazi sudah memproduksi ratusan film propaganda waktu itu, tetapi kali ini mereka ingin sesuatu yang berbeda," kata Profesor Robert Watson, sejarawan AS dan penulis The Nazi Titanic, sebuah buku tentang Cap Arcona, kepada BBC pada akhir pekan lalu.

"Pada tahun 1942, Jerman menghadapi kemunduran yang cukup besar dalam perang dan Goebbels berpikir mereka perlu mencetak kesuksesan besar di bidang propaganda," imbuh dia.

Petinggi Nazi itu terkejut dengan kesuksesan film Casablanca. Dirilis pada tahun yang sama, drama romantis Hollywood yang sangat sukses ini mempopulerkan narasi anti-fasis yang kuat, dan ini mengusik sang tokoh propaganda Jerman untuk beraksi.

Dengan versi tragedi Titanic yang sudah "dinazifikasi", Goebbels bercita-cita membalas Sekutu menggunakan cara serupa.

"Dia tidak mau berhemat dalam membuat film 'tanggapan' terhadap Casablanca ini, dan itu termasuk menggunakan replika kapal Titanic, yaitu Cap Arcona," imbuh Profesor Watson.

"Kedua kapal itu pada dasarnya sama, meskipun Cap Arcona hanya punya tiga cerobong asap, satu lebih sedikit dari Titanic. Tapi ia mendapatkan satu cerobong palsu ketika syuting," ucap dia.

Saat Jerman sedang kesulitan di tengah upaya perang, Goebbels mengalokasikan dana besar-besaran untuk produksi film.

Dalam bukunya, Profesor Watson mengklaim bahwa Nazi menggelontorkan anggaran empat juta reichsmark - setara dengan sekitar 180 juta dollar AS (2,8 trilun rupiah) saat ini, untuk memproduksi film Titanic versi Nazi yang menjadikannya sebagai salah satu film termahal yang pernah dibuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

47 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.