Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belum Direalisasikan, Asumsi Makro APBN 2023 Berpotensi Meleset

📅 Kamis, 27 Okt 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Belum Direalisasikan, Asumsi Makro APBN 2023 Berpotensi Meleset Doc: Sumber: DPR RI

» Penurunan asumsi pertumbuhan ekonomi karena beban utang di APBN yang makin tinggi.

» Sekitar 80 persen impor merupakan impor bahan baku, lalu 10 persen lainnta barang modal.

JAKARTA - Beberapa asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 yang sudah ditetapkan berpotensi meleset dari target. Asumsi yang berpotensi meleset mulai dari Pertumbuhan Ekonomi yang ditargetkan 5,3 persen, lalu inflasi 3,6 persen dan nilai tukar rupiah 14.800 per dollar AS.

Potensi melesetnya asumsi makro tersebut sangat besar karena sejumlah lembaga keuangan global juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti IMF yang memperkirakan hanya di level 5 persen.

Selain itu, sepanjang tahun berjalan inflasi sudah mencapai 4,84 persen, sedangkan kurs rupiah sudah menembus level psikologis 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS).

Pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Suroso Imam Zadjuli, mengatakan, penurunan asumsi pertumbuhan disebabkan beban utang pada APBN yang makin tinggi.

"Ini karena beban utang kita semakin tinggi. Kondisi kita jangan disamakan dengan utang Jepang. Mereka punya utang tapi juga mengutangkan uangnya ke Kanada, AS, Korea dan negara lainnya, sehingga yen dan ekonominya semakin kuat. Sedangkan utang luar negeri kita tidak hanya pada IMF, Bank Dunia, tapi juga banyak negara," kata Suroso.

Meskipun ada empat negara asing yang sudah membebaskan utang Indonesia, tapi nilainya relatif kecil. Ini yang menyebabkan rupiah cenderung terus merosot. Begitu juga dengan pertumbuhan (yang merosot). Asumsi 5 persen itu karena ada konsumsi rumah tangga.

"Dulu saat pandemi pertumbuhan kita juga masih tertolong oleh konsumsi rumah tangga, bukan ekonominya yang meroket. Maka dengan ini, sebaiknya utang-utang besar yang sudah disetujui, sebaiknya dipertimbangkan lagi, jangan dulu menambah utang, karena akan semakin memberatkan ke depan," terangnya.

Impor Bahan Baku

Rekan Suroso dari Unair, Rossanto Dwi Handoyo mengatakan pemerintah harus mewaspadai apabila depresiasi rupiah ini terus berlanjut ke angka psikologis pasar. Misalnya angka psikologis 16 ribu rupiah, Bank sentral dan pemerintah punya kepentingan untuk intervensi.

Nilai tukar rupiah yang melemah di angka lebih dari 15.000 saat ini kata dia belum bisa menjadi alasan bagi pemerintah untuk melakukan perubahan-perubahan dari sisi kebijakan karena bisa saja ini hanya bersifat sementara.

"Yang dipikirkan itu jika ini berlangsung tiga hingga enam bulan ke depan (jangka menengah dan panjang) dan pelemahannya mencapai angka psikologis tadi. Saat ini bank sentral dan pemerintah harus mengintervensi karena kondisi ini bakal membuat investor panik. Jika demikian maka yang terjadi bukan hanya capital outflow tetapi capital flight, sehingga perlu diintervensi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Wali Kota Bandung Bidik Juara Umum Porprov Jabar

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota Bandung Bidik Jua...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.