- Home
-
- Luar Negeri
-
- Semakin Menegangkan! Asia ...
Semakin Menegangkan! Asia Dihantui Perang Baru Usai Dua Negara Ini Bentrok, Rusia-AS Ikut Bereaksi
Rabu, 14 Sep 2022, 11:02 WIBPertempuran baru terjadi antara Azerbaijan dan Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh pada Selasa pagi (13/9). Adapun bentrokan ini disebut yang terburuk sejak konflik terakhir terjadi di tahun 2020.
Armenia mengatakan, sedikitnya 49 tentaranya terbunuh dalam bentrokan itu. Negara itu juga menyebut beberapa kota di dekat perbatasan dengan Azerbaijan, termasuk Jermuk, Goris, dan Kapan, diserang pada Selasa dini hari, dan pihaknya menanggapi apa yang disebutnya "provokasi skala besar" oleh Azerbaijan.
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menuduh Azerbaijan menyerang kota-kota Armenia karena tidak ingin bernegosiasi mengenai status Nagorno-Karabakh, sebuah wilayah kantong yang berada di dalam Azerbaijan tetapi sebagian besar dihuni oleh etnis Armenia.
"Intensitas permusuhan telah menurun tetapi serangan terhadap satu atau dua front dari Azerbaijan terus berlanjut," kata Pashinyan dalam pidatonya di depan parlemen, Selasa, menurut laporan media Rusia, dikutip dari Reuters, Rabu (14/9).
Di lain pihak, Azerbaijan, yang menuduh Armenia melakukan kegiatan intelijen di sepanjang perbatasan dan memindahkan senjata, mengatakan posisi militernya diserang oleh Armenia.
Media Azeri melaporkan bahwa perjanjian gencatan senjata telah dilanggar segera setelah diberlakukan pada Selasa pagi.
Merespons insiden tersebut, Rusia maupun AS meminta Azerbaijan dan Amernia untuk menahan diri.
"Seperti yang telah lama kami jelaskan, tidak akan ada solusi militer untuk konflik tersebut," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah pernyataan.
"Kami mendesak diakhirinya permusuhan militer segera," tambahnya.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa konflik antara Armenia dan Azerbaijan "harus diselesaikan secara eksklusif melalui cara politik dan diplomatik".
Rusia, yang mengoperasikan pangkalan militer di Armenia, mengirim ribuan penjaga perdamaian ke wilayah tersebut pada 2020 sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri enam minggu permusuhan di mana Azerbaijan membuat keuntungan teritorial yang signifikan di dan sekitar Nagorno-Karabakh.
Rusia adalah perantara kekuatan utama di kawasan itu dan sekutu Armenia melalui Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang dipimpin Moskow, yang bersidang pada Selasa untuk membahas situasi tersebut.
Para menteri pertahanan Armenia dan Rusia berbicara pada Selasa pagi dan sepakat untuk mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan situasi di perbatasan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berbicara dengan mitranya dari Azerbaijan Jeyhun Bayramov dan menyerukan Armenia untuk "menghentikan provokasinya".
Presiden Dewan Eropa Charles Michel juga mendesak Pashinyan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Michel bertemu dengan Pashinyan dan Presiden Azerbaijain Ilham Aliyev bulan lalu di Brussels untuk pembicaraan tentang normalisasi hubungan antara kedua negara, masalah kemanusiaan, dan prospek perjanjian damai atas Nagorno-Karabakh.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Tembus AS! Ekspor Kerapu Sulsel Capai Rp13,7 Miliar Hanya Dalam 6 Bulan
-
Atraksi Drone Spektakuler di Bundaran HI, Perjalanan Indonesia Sukses Bikin Terpukau
-
Tim Taekwondo ATC Bulungan Juara Umum untuk Kategori Pemula di BMC 2026
-
Viral Kasus Perundungan di Blora! Korban Pilih Keputusan Mengejutkan, Berdamai dan Cabut Laporan
-
Pengabdi Setan 3: Origin Resmi Diproduksi, Joko Anwar Siapkan Babak Baru pada 2027
-
Hari Ini 60 Negara Mitra Amerika Dikenai Tarif Baru, Termasuk Tiongkok
-
Transfer Teknologi Panas Bumi, Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Proyek Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.