Satu Sendoknya Seharga Jutaan Rupiah, Makanan Mahal dan Mewah Ini Ternyata Berasal dari Ikan Purba, Tertarik Untuk Mencoba?
Kamis, 02 Jun 2022, 10:30 WIBDalam dunia kuliner, ada beragam cara untuk memuaskan lidah. Segala sumber daya yang ada di dunia ini, jika itu aman untuk dikonsumsi, maka kita sebagai manusia tak pernah segan untuk mencicipi.
Termasuk sajian yang satu ini, namanya kaviar. Satu sendok kaviar harganya bisa belasan juta, tergantung pada jenisnya.
Kaviar merupakan telur ikan mentah yang diperoleh dari ikan betina sturgeon. Ikan ini adalah salah satu jenis ikan purba yang masih hidup dan banyak diburu untuk diambil telurnya.
Perlu perjuangan yang lama dan panjang untuk mendapatkan telur ikan yang menjadi hidangan mewah di seluruh dunia. Sebab, ikan ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk berkembang biak dan menghasilkan telur.
Kaviar sebagai makanan mewah memang memiliki tekstur yang unik dan warnanya sangat beragam. Hidangan ini terdiri dari warna hitam, oranye, hijau dan abu-abu. Warna ini bergantung pada jenis ikan yang diambil telurnya.
Hidangan ini memiliki rasa seperti telur ikan pada umumnya, yakni sedikit amis dan gurih. Cara penyajian kaviar juga tidak boleh sembarangan. Kaviar tidak boleh dipanaskan atau berada di suhu yang terlalu dingin.
Makanan ini juga tidak boleh diletakkan di wadah berbahan dasar logam. Hal tersebut pantang dilakukan karena dapat merusak cita rasa yang unik dan asli dari telur ikannya.
Untuk dapat mengonsumsi butiran kecil kaviar yang meleleh di mulut, butuh waktu sekitar 10-15 tahun pembuahan. Hal ini pula lah yang menyebabkan satu sendok kaviar dibanderol dengan harga yang mahal.
Kemewahan hidangan kaviar ini ternyata telah terjadi sejak ratusan tahun lalu, yakni di zaman Yunani Kuno. Kaviar sedari dulu telah menjadi sajian utama di kerajaan-kerajaan dunia. Selain berasal dari hewan purba, kaviar juga dijuluki sebagai hidangan tertua di dunia, bersama tiram.
Ikan sturgeon tinggal di laut dalam. Mereka biasa ditemui di wilayah beriklim sedang dan subarktik sepanjang Eurasia dan Amerika Utara.
Sebagai hewan purba, bentuk ikan ini tidak seperti ikan biasanya. Mereka memiliki tubuh panjang dengan sisik yang lumayan besar. Ukuran tubuhnya dapat mencapai 3,5 meter, bahkan di usia dewasa panjangnya bisa melampaui 5 meter.
Dahulu, proses penangkapan ikan ini dilakukan dengan membunuh dan mengeksploitasi untuk diambil telurnya. Kini, ada banyak cara yang dilakukan agar dapat memanen telur ikan ini, seperti melakukan ekstraksi atau pembedahan dengan hati-hati.
Selain itu, ada banyak pula negara yang melakukan penangkaran ikan sturgeon. Mereka memelihara ikan ini sejak kecil, kemudian setelah usianya mencapai 10-15 tahun, mereka mulai mengambil telurnya untuk dikomersialkan.
Meski begitu, rasa dari kaviar hasil penangkaran dan asli lautan tentu berbeda. Dari segi harga pun jauh berbeda. Setelah mengetahui keunikan kaviar, tertarik untuk merogoh kocek dalam untuk mencoba?
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rizqa Fajria
Berita Terkait:
-
Hidangan Ikan Herring, "Sashimi" Belanda yang Mulai Ditinggalkan Generasi Muda
-
DPR Kumpulkan Para Dirut Himbara demi Perbaiki Kondisi Saham
-
Rumah Dinas Milik Dinas Pertamanan yang Kebakaran di Jatinegara
-
Bupati Banyumas Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden
-
Tawa Anak-Anak Papua Pecah di Hari Lahir Pancasila, Momen Haru yang Penuh Kebahagiaan.
-
Harga Emas Antam Turun Lagi Rp20.000 Menjadi Rp2,615 Juta/Gr pada Selasa
-
Rayakan Hari Ayah, Jet Li Posting Foto Empat Putrinya Saat Masih Kecil di Instagram
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.