Qatar Bangga Miliki Stadion Bongkar-Pasang bagi Piala Dunia 2022 yang Berkelanjutan

Jumat, 03 Des 2021, 14:43 WIB

DOHA - Di Montreal, Kanada, stadion utama Olimpiade Musim Panas 1976 dulu dikenal dengan sebutan penuh kekaguman, The Big O. Namun stadion itu kini lebih dikenal sebagai The Big Owe atau Si Utang Besar, karena dana yang terus-menerus mengalir, dicurahkan untuk pemeliharaannya.

Si Utang Besar ini butuh waktu 30 tahun untuk melunasinya. Atap terbaru untuk tempat tersebut diperkirakan menelan biaya ratusan juta dolar. Sebuah film dokumenter dari CBC baru-baru ini bercerita tentang struktur yang sekarang berusia 45 tahun itu. CBC bahkan memberi judul The Big Woe atau Si Celaka Besar.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/QATAR'S SUPREME COMMITTEE FOR DELIVERY AND LEG

Ini adalah salah satu dari banyak stadion yang pembiayaannya diserahkan kepada pembayar pajak dan pemerintah di seluruh dunia untuk acara besar seperti Piala Dunia dan Olimpiade. Tempat-tempat ini sekarang jarang digunakan, para klub sepak bola cenderung bermain di kota masing-masing di hadapan sejumlah kecil penggemar.

Stadion kelas dunia adalah struktur megah dan spektakuler yang dimaksudkan untuk menginspirasi, memicu kekaguman, menyambut penggemar, dan menyediakan tempat untuk kompetisi atau hiburan.

Namun jelas bahwa stadion dimaksudkan untuk berdiri dan kosong begitu saja dalam waktu lama. Jika dibiarkan, stadion ini akan menyedot uang pembayar pajak untuk biaya pemeliharaan. Stadion juga akan bertambah tua, sering kali tampilannya memburuk.

Sementara itu di Qatar, ada sebuah stadion yang disebut-sebut bisa dibongkar-pasang. Nama stadion untuk Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar ini diambil dari nomor panggilan telepon untuk negara tersebut. Selain itu, nama juga terinspirasi dari jumlah kontainer pengiriman material pembangunan stadion itu. Qatar menyebut Stadion 974 sebagai sebuah terobosan untuk penyelenggaraan acara besar yang berkelanjutan.

Stadion 974 akan menjadi salah satu dari delapan stadion Piala Dunia yang menampung 32 tim nasional dari total 64 pertandingan antara hari pembukaan pada 21 November dan final kejuaraan pada 18 Desember 2022.

Stadion baru ini digadang telah dibangun dari bahan daur ulang atau dapat didaur ulang, serta bisa dibongkar dan dipindahkan setelah Piala Dunia 2022 berakhir pada Desember, ketika stadion ini tidak lagi dibutuhkan.

"Jika Anda melihat segala kritik atas semua stadion besar yang dibuat di seluruh dunia, dan tidak lagi digunakan, ini, ya, ini berguna," kata Zeina Khalil Hajj, juru kampanye dan ahli Timur Tengah dari 350, sebuah organisasi global yang berfokus pada krisis iklim.

Hajj mengatakan bahwa Stadion 974 Qatar layak mendapat penghargaan karena berpotensi dibongkar dan dibangun kembali. Namun ia juga menyebutnya sebagai langkah kampanye kehumasan yang cerdas dari negara yang terkenal sebagai penghasil CO2 per kapita terbesar per orang di dunia.

"Yang mereka lakukan hanyalah 'mesin kehumasan' ini," ujar Hajj.

Sedangkan Bodour Al-Meer, kepala bidang keberlanjutan untuk komite penyelenggara lokal di Qatar, mengatakan negara itu berusaha untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan lingkungan.

Komite Tertinggi Qatar, sejalan dengan organisasi sepak bola dunia FIFA, mengatakan bahwa Piala Dunia 2022 akan menjadi acara netral karbon. Dokumen strategi keberlanjutan acara itu berfokus pada mitigasi emisi, stadion hemat energi, rendahnya biaya transportasi - sebagian karena semua stadion berada sangat dekat dengan pusat kota Doha - dan praktik pengelolaan limbah berkelanjutan.

Semua tujuan ini bisa dipuji, kata Phillipp Sommer, direktur ekonomi sirkular untuk organisasi Environmental Action Germany yang dikenal di Jerman sebagai Umwelthilfe.

Tapi menurutnya, mengimbangi emisi yang tidak dapat dihindari dengan menanam satu juta pohon seperti yang dijanjikan Qatar - alih-alih menggunakan tenaga surya atau energi angin untuk menerangi dan mendinginkan tujuh dari delapan stadion - tidaklah bersifat berkelanjutan.

"Ini seperti greenwashing hanya untuk mengkompensasi," kata Sommer dalam sebuah sesi wawancara dengan Deutsche Welle pada akhir bulan lalu.

Rencana Peninggalan

Piala Dunia 2022 telah diundur selama lima bulan untuk menghindari sengatan musim panas. Namun Qatar masih diperkirakan akan menggunakan AC bertenaga bahan bakar fosil di stadion terbuka pada November dan Desember tahun depan. Ini pula yang mereka lakukan di pusat perbelanjaan luar ruangan, pasar, dan di sepanjang trotoar yang sibuk.

Sommer percaya pada saat isu perubahan iklim menjadi perhatian utama, masih terus ada desakan bagi negara-negara tuan rumah untuk membangun struktur bangunan baru yang megah untuk acara besar seperti Piala Dunia dan Olimpiade.

"Pertama saya akan mengajukan pertanyaan, apakah benar-benar perlu membangun stadion hanya untuk satu tujuan," kata Sommer. "Jadi mereka berencana untuk membongkarnya nanti… Tapi tidak bisakah pertandingan ini dimainkan di stadion yang sudah ada? Membangun stadion baru hanya untuk acara ini dan sudah merencanakan itu tidak akan digunakan lagi, karena Anda tidak membutuhkannya lagi, ya, itu bukan hal yang benar-benar berkelanjutan," imbuh dia.

Namun insinyur asal Qatar, Bodour Al-Meer, menegaskan bahwa saat ini negaranya berada di jalur menuju keberlanjutan. "Kami memiliki rencana peninggalan (legacy) yang terperinci untuk setiap gedung baru yang kami bangun, termasuk stadion-stadion kami," ujar Bodour Al-Meer.

"Saya pikir strategi legacy bagi negara tuan rumah acara-acara besar akan menjadi lebih penting di masa depan sebagai dampak dari Qatar 2022," pungkas dia. DW/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Transjakarta Operasikan Armada Bantuan karena KRL Bogor-Jakarta Kota Alami Gangguan

KRL Commuter Tabrak Orang di Dekat Stasiun Tebet, Transjakarta Bantu Angkut Penumpang

Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Ganja via Media Sosial di Balikpapan.

Gangguan KRL Bikin Penumpang Terdampak, Transjakarta Langsung Operasikan Armada Bantuan

KPK Ungkap Dugaan Pengondisian Audit BPK di Wilayah Lain Sumatera Selatan.

El Nino Mengganas, Honduras Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro

Kemenag Satukan Guru Lintas Agama dalam Konfederasi Profesi Guru 2026–2030.

Namanya Mirip, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix terkait Pelanggaran Merek Dagang "Kpop Demon Hunters"

Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Tempat Perawatan Pesawat Tempur TNI AU.

Harga Emas Antam Naik Rp80.000 Menjadi Rp2,725 Juta/Gr pada Kamis

Bantu Korban Gempa NTT, PMI DKI Jakarta Kirim Tim Medis ke Wilayah Terdampak

HUT ke-81 Jawa Barat, Sejarah Berdirinya Jabar Dibacakan dengan Lima Dialek Sunda.

Disperindag Kabupaten Lebak: Pasokan Melimpah, Harga Komoditas Cabai dan Bawang Turun 

Harga Cabai Rawit Rp52.750/Kg, Telur Ayam Rp22.650/Kg

Cegah Tawuran, Pemkot Jaksel Ngajak "Ngopi Cetar" di Kantor Wali Kotaa

Emas Antam Makin Mahal! Harga Hari Ini Meroket Rp80.000 per Gram Jadi Rp2,725 Juta/Gram

Harga Cabai Rawit Tembus Rp52.750/Kg, Telur Ayam Rp22.650: Cek Harga Pangan Terbaru!

Menhub Tegaskan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran

Pangeran Harry dan Meghan akan Pindah Lagi ke Inggris

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.