Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Klaster Baru Covid-19, Presiden Minta Libur Natal dan Tahun Baru Dikelola Baik

📅 Selasa, 26 Okt 2021, 13:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Klaster Baru Covid-19, Presiden Minta Libur Natal dan Tahun Baru Dikelola Baik Doc: ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden.
Ket. Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mengelola dan mengatur dengan baik, libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 yang berpotensi menimbulkan peningkatan kerumunan dan mobilitas masyarakat seperti mudik.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya --libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021-- menyebabkan peningkatan penyebaran Covid-19 yang tidak kecil.

"Saya minta betul-betul agar dikelola, diatur, sehingga Natal dan tahun baru ini berjalan dengan tidak ada kerumunan," ujar dia,saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/10), sebagaimana siaran pers di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan hasil survei, terdapat 19,9 juta orang yang berniat mudik pada momen libur tersebut. Menurut dia, jumlah yang tidak sedikit itu harus diantisipasi oleh semua pemegang otoritas di provinsi, kabupaten, dan kota.

"Inilah yang harus kita antisipasi, semua provinsi, semua kabupaten dan kota harus mengingatkan warganya agar Natal (2021) dan Tahun Baru (2022) ini lebih baik tidak bepergian ke mana-mana," jelas dia.

Oleh karena itu, menurut dia, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di segala tingkatan pemerintahanmemiliki peranan yang sangat penting dalam menyosialisasikan hal itu. Terutama, untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang ketiga yang tidak diharapkan.

"Kita harapkan Natal (2021) dan Tahun Baru (2022) bisa kita kelola secara baik, karena hampir semua ahli epidemiologitakut bahwa yang memicu gelombang ketiga nanti ada di Natal (2021) dan Tahun Baru (2022)," jelasnya.

"Saya harapkan semuanya dirancang, direncanakan secara rinci sesuai kondisi masyarakat setempat, menghargai norma-norma yang ada. Tetapi sekali lagi, tetap sesuai dengan protokol kesehatan dengan gas dan rem yang dinamis, selalu waspada, siap siaga, cepat bertindak, itu yang terus harus kita jaga," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Komisi III DPR Berkunjung k...
Daerah
Lagi Gandrung, Semua Mau Di...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.